godly
Kata godly memiliki nuansa yang sangat spesifik terkait dengan spiritualitas dan moralitas. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "saleh" ketika merujuk pada perilaku manusia yang taat beragama dan bermoral tinggi. Penggunaannya menekankan pada keselarasan antara keyakinan agama dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Perlu diperhatikan perbedaan antara godly dengan kata lain yang serupa. Sementara godly berfokus pada ketaatan dan kebajikan moral, kata divine lebih merujuk pada sifat ketuhanan itu sendiri atau sesuatu yang berasal dari Tuhan (ilahiah). Sebagai contoh, seorang manusia bisa disebut godly karena perilakunya yang mulia, tetapi hanya Tuhan atau malaikat yang bisa disebut divine.
Benar: a godly man (seorang pria yang saleh)
Salah: a divine man (kecuali jika Anda bermaksud mengatakan pria tersebut adalah sosok tuhan/dewata)
Konteks Penggunaan
Kata ini sering muncul dalam konteks religius atau sastra klasik. Dalam percakapan modern, kata ini mungkin terdengar sangat formal atau sangat religius. Jika ingin menggambarkan seseorang yang hanya "baik" secara umum tanpa konotasi agama yang kuat, kata virtuous atau moral lebih tepat digunakan daripada godly.
Secara tata bahasa, godly dapat berfungsi sebagai kata sifat (adjective) untuk mendeskripsikan orang atau gaya hidup, serta sebagai kata keterangan (adverb) ketika digunakan dalam bentuk godlily, meskipun bentuk kata keterangan ini sangat jarang ditemukan dalam bahasa Inggris modern dan biasanya digantikan oleh frasa seperti in a godly manner.
SHORT_MEANINGS|saleh,ilahiah
Meanings
Sangat religius dan menjalani hidup sesuai dengan prinsip-prinsip agama
"He led a godly life dedicated to service and prayer."
Dia menjalani kehidupan yang saleh, menghabiskan akhir pekannya dengan menjadi sukarelawan di gereja.
Memiliki kualitas yang bersifat ketuhanan atau karakteristik dari seorang dewata, seperti kesempurnaan atau kekuatan tertinggi
"The choir produced a sound of godly beauty."
Paduan suara itu menghasilkan suara ilahiah yang memenuhi katedral dengan kedamaian dunia lain.
Dengan cara yang taat atau religius
Dia hidup dengan saleh, mendedikasikan setiap tindakannya untuk melayani imannya.