famine
Kata famine memiliki konotasi yang sangat berat dan serius. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "kelaparan" dalam skala bencana besar, bukan sekadar rasa lapar individu. famine merujuk pada kondisi sistemik di mana pasokan pangan hilang secara total di suatu wilayah, yang sering kali menyebabkan kematian massal.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Sangat penting untuk membedakan famine dengan kata hunger. Sementara hunger (rasa lapar) adalah sensasi fisik yang dirasakan seseorang saat membutuhkan makanan, famine adalah fenomena sosial dan ekonomi yang melanda populasi.
hunger: Merujuk pada kondisi individu atau kelompok kecil (misalnya: "I feel hunger" atau "child hunger").
famine: Merujuk pada bencana skala nasional atau regional (misalnya: "The Great Famine").
Selain itu, famine dapat digunakan secara metaforis untuk menggambarkan kekurangan akut akan sesuatu yang sangat dibutuhkan, meskipun penggunaan ini lebih jarang dibandingkan makna literalnya.
Konteks Penggunaan
Dalam penggunaan formal, famine sering dipasangkan dengan kata sifat seperti devastating (menghancurkan) atau widespread (luas).
Contoh benar: The region is facing a severe famine (Wilayah tersebut sedang menghadapi kelaparan hebat).
Contoh salah: I have a famine in my stomach (Saya merasa lapar di perut saya) — dalam konteks ini, gunakanlah hunger.
Secara tata bahasa, famine adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga dapat menggunakan artikel a atau bentuk jamak famines jika merujuk pada beberapa kejadian bencana kelaparan yang berbeda di waktu atau tempat yang berbeda.
Meanings
Kelangkaan pangan yang ekstrem di suatu wilayah atau negara, yang biasanya mengakibatkan kelaparan luas dan kematian
The region suffered a devastating famine after the crops failed for three consecutive years.
Wilayah tersebut menderita kelaparan yang menghancurkan setelah tanaman gagal panen selama tiga tahun berturut-turut.
Kekurangan yang parah atau ketiadaan sesuatu yang diinginkan atau dibutuhkan
The scholars complained of a famine of new ideas in the current academic climate.
Para cendekiawan mengeluhkan kekurangan ide-ide baru dalam iklim akademik saat ini.