cheek
/tʃiːk/
Kata cheek memiliki dua dimensi makna yang sangat berbeda, yaitu makna harfiah secara fisik dan makna kiasan terkait perilaku. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan kedua konteks ini agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penerjemahan.
Nuansa Makna Fisik dan Kiasan
Secara fisik, cheek merujuk pada pipi. Penggunaannya cukup lugas, seperti dalam frasa rosy cheeks (pipi kemerahan). Namun, ketika digunakan sebagai kata benda abstrak atau kata sifat (cheeky), maknanya bergeser menjadi perilaku yang tidak sopan namun terkadang dianggap lucu atau nakal.
Dalam konteks perilaku, cheek menggambarkan sebuah kelancangan. Perbedaan utamanya dengan kata rudeness adalah bahwa cheek sering kali mengandung unsur keberanian yang tidak pada tempatnya, namun terkadang dilakukan dengan nada bercanda atau menggoda. Sementara rudeness murni bersifat kasar dan tidak menyenangkan.
Contoh penggunaan fisik: She kissed him on the cheek (Dia mencium pipinya).
Contoh penggunaan kiasan: He had the cheek to ask for a raise (Dia punya kelancangan untuk meminta kenaikan gaji).
Perbedaan dengan Kata Terkait
Sering terjadi kekeliruan antara cheek (sebagai kata benda) dan cheeky (sebagai kata sifat). Cheeky biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bersikap kurang ajar tetapi dengan cara yang ringan atau jenaka, sehingga tidak selalu dianggap sebagai penghinaan berat.
cheek: Fokus pada tindakan kelancangan itu sendiri.
cheeky: Fokus pada sifat atau karakter orang yang suka menggoda atau sedikit tidak sopan.
Perlu diperhatikan bahwa dalam bahasa Indonesia, kata "kurang ajar" bisa memiliki spektrum makna yang sangat luas, dari sekadar bercanda hingga penghinaan serius. Dalam bahasa Inggris, cheeky cenderung berada di sisi yang lebih ringan, sedangkan insolent atau rude berada di sisi yang lebih serius.
Catatan Tata Bahasa
Sebagai bagian tubuh, cheek adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga sering muncul dalam bentuk jamak cheeks ketika merujuk pada kedua sisi wajah. Namun, ketika merujuk pada konsep kelancangan, kata ini diperlakukan sebagai kata benda tak terhitung (uncountable noun).
Meanings
Bagian berdaging pada wajah di bawah mata dan di samping hidung
She kissed him on the cheek.
Dia mencium pipinya.
Perilaku atau ucapan yang tidak sopan atau tidak hormat
I can't believe he had the cheek to ask for a raise after being late every day.
Aku tidak percaya dia punya kelancangan untuk meminta kenaikan gaji setelah terlambat setiap hari.
Berbicara kepada seseorang dengan cara yang tidak sopan atau tidak hormat
Don't you dare cheek me, young man!
Jangan berani-berani bersikap kurang ajar padaku, anak muda!