face
/feɪs/
Citra utamanya adalah 'bagian depan'—permukaan yang paling terlihat, terbuka, atau interaktif dari suatu benda atau orang. Ini mewakili titik kontak antara suatu entitas dengan lingkungannya.
Sebagai kata benda, kata ini memiliki kaitan yang kuat dengan identitas dan emosi. Karena wajah manusia adalah alat utama untuk memberi sinyal sosial, kata ini sering kali menyiratkan transparansi atau upaya menyembunyikan kebenaran (contohnya, keeping a straight face atau menjaga ekspresi tetap datar).
Sebagai kata kerja, terdapat transisi yang tajam dari orientasi fisik menuju keberanian psikologis. Jika 'menghadap' secara fisik adalah posisi pasif, maka 'menghadapi' sesuatu secara mental adalah tindakan keberanian dan konfrontasi yang aktif, yang sering kali dilakukan dengan rasa enggan.
Countable when referring to the physical front of a human head or the specific oriented surface of an object, such as the 'face' of a cliff or a clock.
Meanings
Bagian depan kepala seseorang dari dahi hingga dagu
"She had a smile on her face."
Ada senyuman di wajahnya.
Permukaan sesuatu yang menghadap ke arah tertentu
"The south-facing side of the house gets more sunlight."
Sisi rumah yang menghadap ke selatan mendapatkan lebih banyak sinar matahari.
Mengarahkan pandangan atau tubuh ke arah tertentu; menghadapi situasi yang sulit
"You must face your fears if you want to overcome them."
Kamu harus menghadapi ketakutanmu jika ingin mengatasinya.
Berada dalam posisi dengan bagian depan mengarah ke tempat tertentu
"The hotel rooms face the ocean."
Kamar-kamar hotel itu menghadap ke laut.
Examples
She washed her face with cold water to wake up.
Dia membasuh wajahnya dengan air dingin agar terbangun.
The north face of the mountain is covered in ice.
Sisi utara gunung itu tertutup es.
You must face the truth about your financial situation.
Kamu harus menghadapi kenyataan tentang situasi keuanganmu.
The new apartments face the city park.
Apartemen baru itu menghadap ke taman kota.