abhorrence
abhorrence menggambarkan tingkat kebencian yang sangat ekstrem, jauh melampaui sekadar rasa tidak suka atau benci biasa. Kata ini membawa nuansa kemuakan yang mendalam, sering kali didasarkan pada alasan moral, etika, atau prinsip hidup. Jika hate adalah kata umum untuk kebencian, abhorrence adalah bentuk kebencian yang disertai dengan rasa jijik secara intelektual atau spiritual terhadap sesuatu yang dianggap sangat mengerikan atau tidak bermoral.
Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "kebencian" yang sangat kuat atau "kemuakan". Perbedaan utamanya dengan detestation adalah bahwa abhorrence lebih menekankan pada reaksi penolakan yang instingtif karena sesuatu itu dianggap menjijikkan atau tidak dapat diterima secara moral.
Nuansa Penggunaan dan Perbandingan
Penggunaan abhorrence biasanya muncul dalam konteks formal atau sastra, terutama saat membahas isu-isu serius seperti kekerasan, ketidakadilan, atau pengkhianatan. Berikut adalah perbandingannya dengan kata serupa:
hate: Kata yang paling umum dan luas penggunaannya. Bisa berupa kebencian ringan hingga berat, dan tidak selalu berkaitan dengan moralitas.
loathing: Menekankan pada rasa jijik yang intens, sering kali bersifat fisik atau emosional yang sangat personal.
abhorrence: Menekankan pada penolakan total berdasarkan standar moral atau etika yang tinggi.
Contoh penggunaan yang tepat:
Benar: His abhorrence of violence (Kebenciannya terhadap kekerasan) — Mengindikasikan bahwa kekerasan adalah sesuatu yang secara moral menjijikkan baginya.
Kurang Tepat: My abhorrence of broccoli (Kebencianku terhadap brokoli) — Terlalu berlebihan; untuk makanan, lebih tepat menggunakan dislike atau hate karena brokoli bukan masalah moral.
Konteks Gramatikalabhorrence adalah kata benda (noun) yang tidak dapat dihitung (uncountable noun). Kata ini sering diikuti oleh preposisi of untuk menunjukkan objek yang dibenci. Struktur yang umum digunakan adalah abhorrence of [something/someone] atau abhorrence toward [something/someone].
Meanings
Perasaan benci, jijik, atau kemuakan yang sangat kuat terhadap sesuatu atau seseorang
His deep abhorrence of cruelty made him a passionate advocate for animal rights.
Kebencian mendalamnya terhadap kekejaman menjadikannya seorang pembela hak-hak hewan yang penuh semangat.