abomination
Kata abomination membawa muatan emosional yang sangat kuat dan jauh lebih intens daripada sekadar kata "benci" atau "buruk". Kata ini menggambarkan sesuatu yang sangat menjijikkan atau mengerikan sehingga menimbulkan reaksi penolakan yang mendalam, baik secara fisik maupun moral. Dalam bahasa Indonesia, kata ini dapat diterjemahkan sebagai "kekejian" ketika merujuk pada sesuatu yang memuakkan, atau "kemungkaran" ketika konteksnya berkaitan dengan pelanggaran norma agama atau moral yang berat.
Nuansa Makna dan Konteks Penggunaan
Penggunaan abomination sering kali terbagi menjadi dua dimensi utama. Pertama, dimensi fisik atau sensorik, di mana kata ini digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang sangat menjijikkan untuk dilihat, dicium, atau disentuh. Contohnya, tumpukan sampah yang membusuk atau makhluk aneh yang mengerikan bisa disebut sebagai abomination.
Kedua, dimensi moral atau religius. Dalam konteks ini, abomination merujuk pada tindakan yang dianggap sangat berdosa atau terlarang oleh otoritas spiritual. Perbedaan utamanya dengan kata sin (dosa) adalah bahwa abomination menekankan pada rasa muak dan kengerian yang ditimbulkan oleh dosa tersebut, bukan sekadar pelanggaran aturan.
Contoh penggunaan fisik: The smell coming from the old basement was a complete abomination. (Bau yang tercium dari ruang bawah tanah tua itu benar-benar sebuah kekejian.)
Contoh penggunaan moral: The ancient text described idol worship as an abomination in the eyes of the deity. (Teks kuno tersebut menggambarkan pemujaan berhala sebagai sebuah kemungkaran di mata sang dewata.)
Perbandingan dengan Kata Serupa
Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan abomination dari kata-kata seperti detestation atau disgust. Sementara disgust adalah perasaan jijik yang dirasakan seseorang, abomination adalah objek atau tindakan yang menyebabkan rasa jijik tersebut.
Jika dibandingkan dengan atrocity, kata atrocity lebih menekankan pada kekejaman fisik yang ekstrem (seperti dalam perang), sedangkan abomination lebih menekankan pada sifat sesuatu yang menyimpang dari kodrat atau hukum moral sehingga terasa menjijikkan.
Catatan Tata Bahasa
Kata ini merupakan kata benda (noun) yang dapat dihitung (countable), sehingga dapat digunakan dalam bentuk tunggal maupun jamak. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, kata ini lebih sering muncul dalam bentuk tunggal untuk menekankan satu hal spesifik yang dianggap sangat mengerikan.
Meanings
Sesuatu atau seseorang yang menimbulkan perasaan benci, jijik, atau muak yang mendalam
The smell coming from the old cellar was a complete abomination.
Bau yang tercium dari ruang bawah tanah tua itu benar-benar sebuah kekejian.
Tindakan atau praktik yang diyakini salah secara moral atau dilarang oleh hukum agama
The ancient texts described the idol worship as an abomination in the eyes of the deity.
Teks kuno tersebut menggambarkan pemujaan berhala sebagai sebuah kemungkaran di mata sang dewata.