border
Gambaran utamanya adalah sebuah garis transisi tipis di mana satu hal berakhir dan hal lain dimulai. Ini mewakili titik kontak yang tepat antara dua entitas yang berbeda, baik secara fisik maupun konseptual.
Dalam pengertian geopolitik, kata ini membawa konotasi keamanan, legalitas, dan pembagian. Kata ini sering dikaitkan dengan pos pemeriksaan, paspor, dan kedaulatan nasional, yang membangkitkan perasaan adanya pembatasan atau proses melintasi yurisdiksi baru.
Saat digunakan sebagai tepian (seperti dalam berkebun atau desain), nadanya berubah menjadi estetika dan pembingkaian. Di sini, kata tersebut menyiratkan penampungan dan pendefinisian, menciptakan pemisahan yang rapi antara tekstur atau warna yang berbeda.
Sebagai kata kerja, terutama ketika dipasangkan dengan on, kata ini menggambarkan keadaan kedekatan yang hampir—tetapi belum sepenuhnya—melintasi batas. Ini menyiratkan keseimbangan yang genting di mana suatu perilaku atau kualitas sangat ekstrem sehingga nyaris menjadi sesuatu yang lain, biasanya sesuatu yang negatif seperti kegilaan atau obsesi.
Countable when referring to a specific dividing line between countries ('The soldiers guarded the border') or a decorative strip around an object ('I added a lace border to the dress'). Uncountable when discussing the general concept of a boundary edge.
Meanings
Garis yang memisahkan dua wilayah politik atau geografis, terutama negara
Berada di sebelah atau berbagi batas dengan wilayah lain
Sangat dekat dengan keadaan atau kualitas tertentu; sering digunakan dengan `on`
Examples
Para prajurit menjaga perbatasan antara kedua negara tersebut.
Halaman itu memiliki tepian emas tipis di sekeliling teksnya.
Pagar kayu putih membatasi jalan masuk rumah tersebut.
Kanada berbatasan dengan Amerika Serikat di sebelah utara.
The actor's performance borders on the melodramatic.
Penampilan aktor itu nyaris menjadi melodramatis.
Phrasal Verbs
border on
Nyaris
Perilakunya nyaris menjadi obsesif.