why
Kata why paling umum digunakan sebagai kata tanya untuk menanyakan alasan atau tujuan di balik suatu tindakan atau keadaan. Dalam bahasa Indonesia, ini setara dengan kata "mengapa" atau "kenapa". Namun, penting bagi pembelajar untuk memahami bahwa why tidak hanya berfungsi sebagai kata tanya di awal kalimat, tetapi juga bisa berfungsi sebagai kata penghubung dalam klausa relatif atau klausa nomina.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Penggunaan why sering kali membawa nuansa rasa ingin tahu, permintaan penjelasan, atau terkadang menunjukkan ketidaksetujuan atau keheranan. Perbedaan utama yang perlu diperhatikan adalah antara penggunaan why untuk mencari informasi faktual dan penggunaan why dalam konteks retoris.
Pencarian Informasi: Digunakan saat seseorang benar-benar tidak mengetahui alasan sesuatu terjadi. Contoh: Why is the sky blue? (Mengapa langit berwarna biru?).
Konteks Retoris/Kritik: Digunakan untuk mempertanyakan logika atau keputusan seseorang. Contoh: Why on earth would you do that? (Mengapa pula kamu melakukan hal itu?).
Perbedaan dengan Kata Terkait
Sering terjadi kebingungan antara why dan how bagi penutur bahasa Indonesia. Meskipun keduanya menanyakan proses, why berfokus pada alasan (sebab), sedangkan how berfokus pada cara (metode).
Why did you go? (Mengapa kamu pergi?) $\rightarrow$ Menanyakan alasan keberangkatan.
How did you go? (Bagaimana kamu pergi?) $\rightarrow$ Menanyakan moda transportasi atau cara mencapai tujuan.
Selain itu, dalam struktur kalimat pernyataan, why dapat diterjemahkan sebagai "alasan mengapa". Contoh: That is why I am here (Itulah alasan mengapa saya berada di sini). Dalam konteks ini, why tidak berfungsi sebagai pertanyaan, melainkan sebagai penjelas hubungan sebab-akibat.
Catatan Tata Bahasa
Secara tata bahasa, saat why digunakan dalam kalimat tanya langsung, ia harus diikuti oleh kata kerja bantu (seperti do, does, did, is, are). Namun, dalam klausa tidak langsung (indirect questions), urutan kata kembali menjadi urutan kalimat pernyataan.
Salah: I don't know why did he leave.
Benar: I don't know why he left. (Aku tidak tahu mengapa dia pergi).
Countable when referring to a specific reason (the whys and wherefores). Uncountable when referring to the general concept of causality.
Meanings
Untuk alasan atau tujuan apa
Why did you leave the party early?
Mengapa kamu meninggalkan pesta itu lebih awal?
Sebab atau alasan terjadinya sesuatu
I cannot understand the why of this decision.
Aku tidak bisa memahami alasan dari keputusan ini.