totalitarian
Kata totalitarian merujuk pada bentuk pemerintahan atau ideologi di mana negara memegang kendali absolut atas hampir seluruh aspek kehidupan publik dan pribadi warga negaranya. Nuansa utama dari kata ini adalah penekanan pada kekuasaan terpusat yang tidak terbatas, sering kali disertai dengan pengawasan ketat, sensor, dan penindasan terhadap oposisi.
Perbedaan Nuansa dengan Istilah Terkait
Sangat penting untuk membedakan totalitarian dari authoritarian. Meskipun keduanya melibatkan kekuasaan yang kuat, authoritarian biasanya hanya menuntut kepatuhan politik dan tidak terlalu mencampuri kehidupan pribadi atau sosial warga selama mereka tidak menentang pemerintah. Sebaliknya, totalitarian berusaha mengontrol segala hal, termasuk pikiran, keyakinan, dan hubungan sosial individu melalui propaganda dan indoktrinasi.
authoritarian: Fokus pada kepatuhan politik (otoriter).
totalitarian: Fokus pada kontrol total atas seluruh eksistensi manusia (totaliter).
Konteks Penggunaan dalam Bahasa Indonesia
Dalam bahasa Indonesia, kata ini diserap menjadi "totaliter". Penggunaannya hampir selalu membawa konotasi negatif, menggambarkan rezim yang kejam atau sistem yang mencekik kebebasan individu. Contoh penggunaannya adalah dalam kalimat seperti "rezim totaliter" atau "ideologi totaliter".
Benar: "Negara itu berubah menjadi negara totaliter setelah kudeta militer."
Salah: Menggunakan totalitarian untuk menggambarkan seseorang yang hanya sekadar tegas atau bossy dalam lingkungan kantor, karena kata ini memiliki skala politik yang sangat luas dan berat.
Meanings
Berkaitan dengan sistem pemerintahan yang terpusat dan diktator serta menuntut kepatuhan penuh kepada negara
The citizens lived under a totalitarian regime that controlled every aspect of their lives.
Warga negara hidup di bawah rezim totaliter yang mengendalikan setiap aspek kehidupan mereka.
Seseorang yang mendukung atau menganjurkan sistem pemerintahan yang menjalankan kendali penuh atas warga negaranya
The political theorist was criticized for being a totalitarian who disregarded individual liberties.
Teoretikus politik itu dikritik karena menjadi seorang totaliter yang mengabaikan kebebasan individu.