democratic
Kata democratic secara umum merujuk pada sistem yang mengutamakan kesetaraan dan partisipasi banyak orang. Dalam konteks politik, kata ini menggambarkan pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat, biasanya melalui pemilihan umum, di mana keputusan diambil berdasarkan suara mayoritas namun tetap menghormati hak-hak minoritas.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Selain konteks politik, democratic sering digunakan secara metaforis untuk menggambarkan suasana atau gaya kepemimpinan yang terbuka. Jika seorang atasan dikatakan memiliki gaya yang democratic, itu berarti ia tidak otoriter dan cenderung melibatkan bawahannya dalam pengambilan keputusan. Hal ini sangat berbeda dengan gaya autocratic yang bersifat satu arah.
Contoh penggunaan politik: democratic elections (pemilihan umum yang demokratis).
Contoh penggunaan sosial/manajemen: a democratic approach to teamwork (pendekatan yang demokratis dalam kerja tim).
Perbedaan dengan Istilah Terkait
Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan antara democratic sebagai sistem politik dan egalitarian sebagai filosofi sosial. Meskipun keduanya berkaitan dengan kesetaraan, democratic lebih menekankan pada proses pengambilan keputusan dan hak suara, sedangkan egalitarian lebih menekankan pada keyakinan bahwa semua manusia secara fundamental setara dalam status dan hak.
Secara tata bahasa, kata ini berfungsi sebagai kata sifat (adjective) yang menerangkan kata benda. Pastikan untuk tidak tertukar dengan kata benda democracy (demokrasi) yang merujuk pada sistemnya itu sendiri.
Meanings
Berdasarkan prinsip hak yang setara dan aturan mayoritas
The country transitioned to a democratic system of government.
Negara tersebut bertransisi ke sistem pemerintahan yang demokratis.
Dicirikan oleh semangat kesetaraan dan keterbukaan daripada hierarki
The CEO maintains a very democratic management style.
CEO tersebut mempertahankan gaya manajemen yang sangat demokratis.