righteousness
Kata righteousness memiliki nuansa yang sangat kental dengan nilai moral dan spiritual. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "kebenaran" atau "kesalehan", namun penting untuk dipahami bahwa righteousness bukan sekadar tentang menyatakan fakta yang benar (seperti truth), melainkan tentang kualitas karakter seseorang yang hidup sesuai dengan standar moral, etika, atau hukum agama yang tinggi.
Nuansa Moral dan Spiritual
Penggunaan kata ini sering kali muncul dalam konteks teologis atau hukum moral. Jika truth merujuk pada kebenaran faktual, maka righteousness merujuk pada "kebenaran" dalam hal perilaku. Seseorang yang dianggap memiliki righteousness adalah orang yang bertindak adil, jujur, dan tidak bercela di mata Tuhan atau masyarakat.
Contoh penggunaan yang tepat: The pursuit of righteousness (Pengejaran akan kebenaran moral/kesalehan).
Perbandingan dengan virtue: Sementara virtue adalah sifat baik secara umum, righteousness lebih menekankan pada kepatuhan terhadap standar moral yang absolut atau ilahi.
Konteks Penggunaan dan Jebakan Terjemahan
Bagi penutur bahasa Indonesia, perlu berhati-hati agar tidak tertukar dengan kata "benar" dalam konteks logika atau fakta. Jangan menggunakan righteousness untuk menggambarkan jawaban ujian yang benar atau pernyataan yang akurat secara data; gunakanlah correctness atau truth untuk hal tersebut.
Selain itu, terdapat istilah self-righteousness yang memiliki konotasi negatif. Berbeda dengan righteousness yang positif, self-righteousness menggambarkan sikap merasa diri paling benar atau merasa lebih suci dibandingkan orang lain (angkuh secara moral).
❌ Salah: His answer to the question showed great righteousness. (Jawaban atas pertanyaannya menunjukkan kebenaran besar) — Seharusnya menggunakan accuracy atau correctness.
✅ Benar: She lived a life of righteousness and compassion. (Dia menjalani hidup dengan kesalehan dan kasih sayang.)
Meanings
Kualitas menjadi benar secara moral atau dapat dibenarkan
His life was a testament to righteousness and integrity.
Hidupnya adalah bukti dari kebenaran dan integritas.
Keadaan menjadi benar di hadapan Tuhan atau sesuai dengan hukum ilahi
The prophet spoke of the righteousness of the humble.
Nabi itu berbicara tentang kesalehan orang-orang yang rendah hati.