offender
Istilah ini memiliki bobot hukum yang kuat jika digunakan dalam konteks peradilan, sehingga memunculkan gambaran tentang ruang sidang, penjara, dan laporan polisi. Kata ini mengategorikan seseorang berdasarkan kejahatannya, sehingga mengesampingkan identitas lainnya dan hanya berfokus pada pelanggaran hukum yang dilakukan.
Dalam situasi sosial atau santai, kata offender sering digunakan dengan nada ironi atau sedikit hiperbola. Menyebut seseorang sebagai pelanggar aturan karena mengambil istirahat makan siang yang terlalu lama mengubah nuansanya dari kriminal menjadi sekadar nakal, yang lebih menekankan pada pelanggaran etika daripada pelanggaran hukum.
Used to count individual people who have committed a crime or a social faux pas.
Meanings
Seseorang yang melakukan tindakan ilegal
"The first-time offender was given a light sentence."
Pelanggar pertama kali tersebut diberikan hukuman ringan.
Seseorang yang berperilaku dengan cara yang mengganggu atau tidak dapat diterima
"He is a frequent offender when it comes to interrupting people in meetings."
Dia sering menjadi pelaku yang menjengkelkan dalam hal memotong pembicaraan orang lain saat rapat.