frail
/fɹeɪl/
Kata ini membawa nuansa kerentanan yang kuat dan kesan bahwa sesuatu akan segera runtuh. Saat digunakan untuk menggambarkan orang, kata ini menyiratkan hilangnya kekuatan yang biasanya dikaitkan dengan usia tua atau penyakit berkepanjangan, sehingga membangkitkan perasaan kasihan atau kelembutan, bukan sekadar kelemahan fisik biasa.
Berbeda dengan kata weak (lemah), yang bisa bersifat sementara atau situasional (seperti genggaman yang lemah), frail (ringkih/rapuh) menyiratkan kerapuhan yang sistemik atau melekat. Kata ini menggambarkan keadaan di mana subjek begitu rentan sehingga tekanan atau stres kecil sekalipun dapat menyebabkan kerusakan permanen atau kegagalan.
Dalam konteks material, kata ini menggambarkan benda-benda yang dibuat dengan buruk atau sudah aus hingga mencapai titik tidak stabil. Ada kualitas ketidakpastian yang melekat; benda yang rapuh tidak hanya terlihat tipis, tetapi terlihat seolah-olah berada di ambang kehancuran.
Meanings
Lemah dan rapuh; mudah rusak atau hancur
"The elderly woman had become frail after months of illness."
Wanita lanjut usia itu menjadi ringkih setelah sakit selama berbulan-bulan.
Ringkih atau tidak kokoh dalam konstruksinya
"He leaned against a frail wooden fence that looked ready to collapse."
Dia bersandar pada pagar kayu rapuh yang tampak siap roboh.