frailty
Kata frailty merujuk pada kondisi menjadi lemah, baik secara fisik maupun moral. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki nuansa yang lebih mendalam daripada sekadar kata "lemah", karena sering kali berkaitan dengan kerentanan yang tidak terhindarkan atau kondisi yang rapuh.
Nuansa Fisik dan Moral
Secara fisik, frailty biasanya digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh yang melemah akibat usia tua atau penyakit kronis. Ini bukan sekadar kurang tenaga, melainkan kondisi tubuh yang menjadi ringkih dan mudah terluka. Contohnya, ketika membicarakan lansia, frailty menggambarkan kondisi fisik yang sangat rapuh.
Secara moral atau psikologis, frailty merujuk pada kelemahan karakter manusia yang membuatnya mudah tergoda atau melakukan kesalahan. Hal ini sering dikaitkan dengan sifat dasar manusia yang tidak sempurna. Contoh penggunaan dalam kalimat: human frailty (kelemahan manusia).
Perbedaan dengan Kata Serupa
Penting untuk membedakan frailty dengan weakness. Sementara weakness adalah istilah umum untuk segala jenis kelemahan (seperti otot yang lemah atau kurangnya keterampilan), frailty lebih menekankan pada aspek kerapuhan dan kerentanan. Seseorang mungkin memiliki weakness dalam matematika, tetapi mereka tidak memiliki frailty dalam matematika.
❌ He has a frailty in swimming. (Salah, karena ini adalah kurangnya keterampilan/kemampuan).
✅ The frailty of old age. (Benar, merujuk pada kerapuhan fisik akibat usia).
✅ The frailty of the human heart. (Benar, merujuk pada kerentanan emosional atau moral).
Meanings
Kualitas menjadi lemah dan ringkih, sering kali merujuk pada kesehatan fisik atau kondisi orang lanjut usia
The doctor noted the patient's increasing frailty as the disease progressed.
Dokter mencatat kerapuhan pasien yang semakin meningkat seiring perkembangan penyakit tersebut.
Kelemahan moral atau kecenderungan untuk menyerah pada godaan atau kesalahan
He attributed his lapse in judgment to human frailty.
Dia mengaitkan kekhilafannya dalam mengambil keputusan dengan kelemahan manusiawi.