fallacious
Kata fallacious digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang didasarkan pada penalaran yang salah atau logika yang cacat. Kata ini tidak sekadar berarti "salah" (wrong) atau "tidak akurat" (inaccurate), melainkan menekankan adanya kegagalan dalam proses berpikir atau argumen yang sengaja atau tidak sengaja menyesatkan.
Nuansa Penggunaan
Dalam bahasa Indonesia, fallacious paling tepat diterjemahkan sebagai "keliru" atau "sesat" (dalam konteks logika). Perbedaan utamanya dengan false adalah bahwa false merujuk pada fakta yang tidak benar, sedangkan fallacious merujuk pada cara mencapai kesimpulan yang salah. Misalnya, sebuah pernyataan bisa saja benar secara faktual, tetapi jika alasan yang digunakan untuk mendukung pernyataan tersebut cacat, maka argumen tersebut tetap dianggap fallacious.
Contoh penggunaan yang tepat: a fallacious argument (argumen yang keliru/sesat).
Contoh penggunaan yang kurang tepat: a fallacious color (warna yang keliru) — dalam hal ini, gunakan wrong atau incorrect karena warna adalah fakta fisik, bukan hasil penalaran logika.
Perbandingan dengan Istilah Serupa
Sering kali pengguna bahasa Inggris bingung antara fallacious dengan fraudulent. Meskipun keduanya bisa berarti menipu, fraudulent berkaitan dengan tindakan kriminal atau penipuan hukum (seperti pemalsuan dokumen), sementara fallacious berkaitan dengan kesalahan intelektual atau logika.
Secara tata bahasa, fallacious adalah kata sifat (adjective) yang biasanya memodifikasi kata benda seperti reasoning, argument, atau belief. Kata ini merupakan bentuk adjektiva dari fallacy (kesesatan logika).
Meanings
Berdasarkan keyakinan yang salah atau argumen yang cacat; tidak masuk akal secara logika
The politician's argument was based on a fallacious premise.
Argumen politikus itu didasarkan pada premis yang keliru.