countenance
Kata countenance memiliki dua fungsi utama yang sangat berbeda, yaitu sebagai kata benda dan kata kerja. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk memahami bahwa kata ini memiliki nuansa formal yang kental dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, melainkan lebih sering ditemukan dalam literatur klasik atau dokumen resmi.
Nuansa Makna sebagai Kata Benda
Sebagai kata benda, countenance merujuk pada raut wajah seseorang. Namun, berbeda dengan kata face yang sekadar merujuk pada bagian anatomi wajah, countenance lebih menekankan pada ekspresi yang memancarkan suasana hati, karakter, atau emosi tertentu. Kata ini memberikan kesan yang lebih puitis dan mendalam.
Contoh penggunaan: His stern countenance intimidated the students (Raut wajahnya yang tegas mengintimidasi para siswa).
Nuansa Makna sebagai Kata Kerja
Sebagai kata kerja, countenance berarti menoleransi atau memberikan persetujuan terhadap sesuatu, biasanya sesuatu yang dianggap kurang pantas atau kontroversial. Dalam konteks ini, countenance memiliki makna yang mirip dengan tolerate atau condone, tetapi dengan tingkat formalitas yang jauh lebih tinggi.
Contoh penggunaan: The school will not countenance cheating during exams (Sekolah tidak akan menoleransi kecurangan selama ujian).
Perbedaan dengan Kata Serupa
Sering terjadi kekeliruan antara countenance dengan kata-kata yang memiliki makna serupa. Untuk membantu membedakannya:
countenance vs face: Gunakan face untuk deskripsi fisik (misal: wajah bulat), tetapi gunakan countenance untuk deskripsi ekspresi emosional (misal: raut wajah yang sedih).
countenance vs tolerate: Keduanya berarti menoleransi, namun tolerate bersifat umum dan netral, sedangkan countenance sering kali digunakan dalam konteks otoritas atau standar moral yang formal.
Secara tata bahasa, saat berfungsi sebagai kata benda, countenance adalah kata benda yang dapat dihitung, meskipun lebih sering digunakan dalam bentuk tunggal untuk merujuk pada ekspresi seseorang secara keseluruhan. Saat menjadi kata kerja, ia mengikuti aturan konjugasi standar bahasa Inggris.
Countable when referring to the specific facial expression of an individual. Uncountable when referring to the general concept of facial appearance or composure.
Meanings
Penampilan wajah seseorang, terutama sebagai ekspresi suasana hati atau kualitas tertentu