crust
/kɹʌst/
Kata ini membangkitkan sensasi taktil tentang kekakuan dan perlindungan. Kata ini menunjukkan adanya batas yang memisahkan bagian dalam yang lembut atau cair dari lingkungan luar yang keras, baik itu bagian tengah roti yang empuk maupun mantel cair di bawah permukaan planet. Dalam konteks kuliner, kata ini membawa konotasi tekstur dan kontras, yang sering dikaitkan dengan kerenyahan yang memuaskan dari kue yang dipanggang dengan baik. Saat digunakan untuk menggambarkan kotoran atau garam, maknanya bergeser ke arah perasaan negatif atau stagnan, yang menyiratkan penumpukan residu seiring berjalannya waktu.
Countable when referring to a specific piece of bread or a distinct type of pastry. Uncountable when referring to the geological layer of the planet or a general layer of dried substance.
Meanings
Lapisan luar yang mengeras dari sesuatu, seperti roti, pai, atau permukaan Bumi
"He cut the crust off the sandwich before eating it."
Dia memotong bagian kerak roti lapis itu sebelum memakannya.
Menutupi sesuatu dengan lapisan luar yang keras
"The chef decided to crust the fish in crushed hazelnuts."
Koki itu memutuskan untuk melapisi ikan dengan kacang hazel yang dihancurkan.
Menjadi tertutup oleh lapisan keras dari suatu zat
"The salt began to crust over the surface of the pond."
Garam mulai mengeras di permukaan kolam tersebut.