debris
Istilah ini membangkitkan kesan pecahan yang kacau dan limbah, yang biasanya dikaitkan dengan dampak setelah kejadian kekerasan atau proses pembusukan. Kata ini membawa konotasi yang dingin dan klinis saat digunakan dalam konteks forensik atau arkeologi, namun terasa sangat nyata dan berantakan ketika menggambarkan lokasi bencana atau zona konstruksi.
Secara tata bahasa, kata debris adalah kata benda massa yang tidak dapat dihitung. Kata ini tidak bisa dijadikan bentuk jamak menjadi debrises dan tidak menggunakan kata sandang tidak tentu. Untuk merujuk pada satu benda saja, Anda harus menggunakan konstruksi partitif seperti a piece of debris (sepotong puing) atau a fragment of debris (sebuah fragmen puing).
Used as a collective mass of wreckage, such as the debris from a collapsed building, regardless of how many individual pieces there are.