competence
Kata competence memiliki nuansa yang berbeda tergantung pada konteks penggunaannya, terutama antara konteks profesional dan konteks hukum. Dalam penggunaan umum, kata ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk melakukan tugas dengan standar yang memadai. Hal ini sering dibandingkan dengan proficiency atau expertise. Perbedaannya adalah competence cenderung merujuk pada tingkat kemampuan minimum yang diperlukan untuk dianggap "mampu" atau "cakap", sedangkan expertise menyiratkan tingkat kemahiran yang jauh lebih tinggi atau spesialisasi mendalam.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Dalam dunia kerja atau pendidikan, competence sering dikaitkan dengan standar kualifikasi. Misalnya, seseorang mungkin memiliki core competence (kompetensi inti) yang menjadi keunggulan utama mereka dalam suatu organisasi. Dalam konteks ini, kata tersebut menekankan pada efektivitas dan efisiensi dalam mencapai hasil tertentu.
Namun, dalam konteks hukum, competence memiliki arti yang sangat berbeda, yaitu kewenangan atau yurisdiksi. Ini merujuk pada hak legal sebuah pengadilan atau pejabat untuk menangani kasus tertentu. Kesalahan umum bagi pembelajar bahasa Inggris adalah menggunakan kata ini hanya untuk arti "keahlian", padahal dalam dokumen legal, kata ini lebih tepat diterjemahkan sebagai "kewenangan".
Benar (Keahlian): His professional competence is unquestionable. (Kompetensi profesionalnya tidak diragukan lagi.)
Benar (Hukum): The court lacks the competence to hear this case. (Pengadilan tersebut kurang memiliki kewenangan untuk menyidangkan kasus ini.)
Catatan Tata Bahasa
Kata ini adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun) ketika merujuk pada kemampuan umum, namun dapat menjadi kata benda terhitung (countable noun) ketika merujuk pada jenis-jenis keterampilan spesifik (misalnya, linguistic competences).
Meanings
Kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan sukses atau efisien
Examples
Karyawan baru itu menunjukkan kompetensi yang luar biasa dalam mengelola proyek yang kompleks.