D
Dicread
BerandaKamusAaccent

accent

aksen / penekanan / menonjolkan / menekankan

/ˈak.sənt/

Transitive Verb[C] Countable

Kata accent memiliki beberapa nuansa makna yang berbeda tergantung pada konteksnya, baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan antara accent yang merujuk pada cara bicara dan stress yang merujuk pada penekanan suku kata, meskipun keduanya sering diterjemahkan sebagai "penekanan" dalam konteks linguistik.

Nuansa Makna dan Penggunaan

Dalam konteks linguistik, accent paling sering digunakan untuk menggambarkan ciri khas pengucapan seseorang yang menunjukkan asal daerah, negara, atau latar belakang sosial mereka. Misalnya, seseorang mungkin memiliki British accent atau American accent. Hal ini berbeda dengan dialect (dialek), yang mencakup tidak hanya pengucapan, tetapi juga perbedaan kosakata dan tata bahasa.

Selain itu, accent dapat digunakan dalam konteks desain atau estetika untuk merujuk pada sesuatu yang ditambahkan untuk memberikan kontras atau daya tarik visual. Dalam bahasa Indonesia, ini bisa diterjemahkan sebagai "menonjolkan" atau "aksen warna". Contohnya, sebuah ruangan putih dengan satu bantal merah disebut memiliki red accent.

Perbedaan dengan Istilah Serupa

Sering terjadi kekeliruan antara accent dan stress. Meskipun keduanya berkaitan dengan bunyi, stress merujuk pada penekanan volume atau durasi pada suku kata tertentu dalam satu kata agar kata tersebut terdengar benar secara fonetik. Sementara itu, accent adalah pola pengucapan secara keseluruhan yang melekat pada identitas pembicara.

accent: Fokus pada identitas regional/sosial (contoh: "Dia punya aksen Singapura yang kental").
stress: Fokus pada ketepatan pengucapan suku kata (contoh: "Penekanan pada kata photograph berada di suku kata pertama").

Catatan Tata Bahasa

Sebagai kata benda, accent adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga bisa berbentuk jamak (accents) ketika merujuk pada berbagai jenis cara pengucapan dari berbagai wilayah. Sebagai kata kerja, accent digunakan untuk menunjukkan tindakan memberikan penekanan, baik dalam berbicara maupun dalam menata sesuatu agar terlihat lebih menonjol.

Whether referring to a person's regional way of speaking ('a thick Scottish accent') or the rhythmic stress on a syllable ('the accent is on the first syllable'), it is treated as a discrete, countable unit.

Meanings

Nounaksen

Cara pengucapan bahasa yang khas, terutama yang dikaitkan dengan negara, wilayah, atau kelas sosial tertentu

He has an accent.

Nounpenekanan

Penekanan atau tekanan yang diberikan pada suku kata tertentu dalam sebuah kata atau nada tertentu dalam musik

Change the accent.

Nounmenonjolkan

Menekankan fitur tertentu dari sesuatu agar terlihat lebih menonjol atau menarik

Use an accent.

Transitive Verbmenekankan
[~ something]

Mengucapkan sebuah kata dengan penekanan atau tekanan tertentu

Examples

He speaks English with a strong Scottish accent.

Dia berbicara bahasa Inggris dengan aksen Skotlandia yang kental.

Penekanan dalam kata ini berada pada suku kata pertama.

The gold frame serves to accent the painting's colors.

Bingkai emas itu berfungsi untuk menonjolkan warna lukisannya.

You must accent the final syllable to be understood.

Kamu harus menekankan suku kata terakhir agar bisa dimengerti.

Related Words

Terakhir Diperbarui: May 2026Laporkan Kesalahan