D
Dicread
HomeDictionaryWwordiness

wordiness

bertele-tele
Noun

wordiness merujuk pada kecenderungan menggunakan terlalu banyak kata untuk menyampaikan pesan yang sebenarnya bisa disampaikan secara singkat dan padat. Dalam bahasa Indonesia, konsep ini paling tepat diterjemahkan sebagai sifat "bertele-tele". Kata ini memiliki konotasi negatif, karena wordiness sering kali dianggap menghambat kejelasan komunikasi dan membuat pembaca atau pendengar merasa bosan atau bingung.

Berbeda dengan eloquence yang berarti kefasihan berbicara dengan indah dan persuasif, wordiness justru menunjukkan kurangnya efisiensi dalam berbahasa. Seseorang yang wordy tidak sedang berusaha menjadi puitis, melainkan gagal dalam menyaring informasi yang tidak perlu.

Perbedaan Nuansa dengan Istilah Serupa

Sangat penting untuk membedakan wordiness dari beberapa istilah lain yang sekilas tampak mirip:

verbosity: Istilah ini sangat mirip dengan wordiness, namun cenderung lebih formal dan sering digunakan dalam konteks analisis teks atau kritik sastra. Jika wordiness adalah istilah umum, verbosity adalah istilah teknisnya.
loquacious: Kata sifat ini menggambarkan seseorang yang suka berbicara banyak (cerewet), namun tidak selalu berarti apa yang mereka katakan itu bertele-tele. Seseorang bisa saja sangat loquacious tetapi tetap menyampaikan poin-poin yang relevan.
prolixity: Merujuk pada gaya penulisan yang sangat panjang dan membosankan, biasanya karena terlalu detail pada hal-hal yang tidak penting.

Kekeliruan Umum dalam Penerjemahan

Pengguna bahasa Indonesia sering kali terjebak dengan menerjemahkan wordiness hanya sebagai "panjang lebar". Meskipun benar, "panjang lebar" bisa bermakna netral atau bahkan positif (misalnya, menjelaskan sesuatu secara mendalam). Namun, wordiness hampir selalu bersifat kritis. Oleh karena itu, penggunaan kata "bertele-tele" jauh lebih akurat untuk menangkap nuansa negatif dari kata ini.

Salah: "Penulis itu memiliki gaya yang panjang lebar." (Terasa netral)
Benar: "Penulis itu memiliki gaya yang bertele-tele." (Menunjukkan kritik terhadap efisiensi kata)

Konteks Penggunaan dan Tata Bahasa

wordiness adalah kata benda tak terhitung (uncountable noun). Anda tidak akan menemukan bentuk jamak wordinesses. Dalam kalimat, kata ini sering dipasangkan dengan kata kerja seperti reduce (mengurangi) atau eliminate (menghilangkan) ketika berbicara tentang proses penyuntingan teks.

Contoh penggunaan:
The editor suggested reducing the wordiness of the introduction. (Editor menyarankan untuk mengurangi sifat bertele-tele pada bagian pendahuluan.)
Avoid wordiness to make your argument more punchy. (Hindari sifat bertele-tele agar argumen Anda menjadi lebih tegas.)

Meanings

Nounbertele-tele

Kualitas penggunaan kata-kata yang lebih banyak daripada yang diperlukan untuk menyampaikan suatu ide

The editor criticized the wordiness of the first draft, suggesting that several paragraphs be condensed.

Editor mengkritik sifat bertele-tele pada draf pertama, menyarankan agar beberapa paragraf dipadatkan.

Related Words

Last Updated: May 2026Report an Error