pleonasm
pleonasm merujuk pada penggunaan kata-kata yang berlebihan atau redundan dalam sebuah kalimat yang sebenarnya tidak diperlukan untuk menyampaikan makna dasar. Dalam bahasa Indonesia, konsep ini sangat mirip dengan apa yang kita kenal sebagai pleonasme. Meskipun sering dianggap sebagai kesalahan tata bahasa karena tidak efisien, pleonasm sering digunakan secara sengaja dalam sastra atau percakapan sehari-hari untuk memberikan penekanan kuat atau menciptakan efek dramatis.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Perbedaan utama antara pleonasm dan redundansi biasa adalah tujuannya. Redundansi sering kali terjadi karena ketidaksengajaan atau kurangnya keterampilan menulis, sedangkan pleonasm bisa menjadi pilihan gaya bahasa (stilistika). Misalnya, frasa seperti free gift (hadiah gratis) secara teknis adalah pleonasme karena hadiah pada dasarnya selalu gratis. Namun, dalam dunia pemasaran, pengulangan ini digunakan untuk mempertegas daya tarik penawaran tersebut.
❌ Penggunaan tidak efisien: I saw it with my own eyes (Saya melihatnya dengan mata saya sendiri) — dalam konteks formal, ini dianggap berlebihan karena melihat pasti menggunakan mata.
✅ Penggunaan untuk penekanan: I saw it with my own eyes! (Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri!) — di sini, pleonasme digunakan untuk meyakinkan pendengar bahwa pembicara benar-benar menyaksikan kejadian tersebut.
Perbandingan dengan Istilah Serupa
Penting untuk membedakan pleonasm dari tautology. Meskipun keduanya melibatkan pengulangan, tautology lebih merujuk pada pengulangan ide yang sama menggunakan kata-kata berbeda yang maknanya identik (misalnya, a free gift atau widow woman), sehingga sering kali terasa hambar atau tidak logis. Sementara itu, pleonasm lebih luas dan mencakup penambahan kata yang secara semantik sudah terkandung dalam kata utamanya untuk tujuan retoris.
Secara tata bahasa, pleonasm adalah kata benda yang tidak memiliki bentuk jamak yang umum digunakan dalam diskusi linguistik, namun tetap mengikuti aturan standar pembentukan jamak dalam bahasa Inggris jika diperlukan dalam konteks teknis.
Meanings
Penggunaan kata-kata yang lebih banyak daripada yang diperlukan untuk menyampaikan makna, terutama untuk penekanan atau sebagai pilihan gaya bahasa
The phrase "burning fire" is a classic example of a pleonasm.
Frasa `api yang membakar` adalah contoh klasik dari pleonasme.