speedometer
speedometer merujuk secara spesifik pada instrumen fisik yang terpasang pada kendaraan untuk menunjukkan kecepatan saat itu juga. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sering diserap langsung menjadi "speedometer". Penting untuk dipahami bahwa kata ini hanya merujuk pada alat pengukurnya, bukan pada kecepatan itu sendiri atau sistem navigasi secara keseluruhan.
Perbedaan Kontekstual dengan Istilah Terkait
Pengguna bahasa Indonesia perlu membedakan antara speedometer dengan odometer. Meskipun keduanya sering berada dalam satu panel instrumen yang sama di dasbor kendaraan, fungsinya sangat berbeda:
speedometer mengukur kecepatan seketika (misalnya, 60 kilometer per jam).
odometer mengukur jarak total yang telah ditempuh oleh kendaraan (misalnya, 10.000 kilometer).
Kesalahan umum adalah menyebut seluruh panel instrumen sebagai speedometer, padahal panel tersebut mungkin berisi berbagai indikator lain seperti pengukur bahan bakar atau suhu mesin.
Penggunaan dalam Kalimat
Dalam konteks formal, speedometer digunakan untuk mendeskripsikan fungsi teknis atau kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Contoh penggunaan yang tepat:
Benar: "Polisi memeriksa speedometer kendaraan tersebut untuk memverifikasi kecepatan saat terjadi kecelakaan."
Salah: "Saya melihat speedometer untuk mengetahui berapa jauh saya sudah berkendara." (Dalam hal ini, kata yang tepat adalah odometer karena merujuk pada jarak, bukan kecepatan).
Secara tata bahasa, speedometer adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga dapat digunakan dalam bentuk tunggal maupun jamak tergantung pada jumlah alat yang dibahas.
Meanings
Alat yang digunakan untuk mengukur dan menampilkan kecepatan seketika dari sebuah kendaraan, biasanya dalam mil per jam atau kilometer per jam
The driver glanced at the speedometer to ensure he was not exceeding the speed limit.
Pengemudi itu melirik speedometer untuk memastikan bahwa dia tidak melampaui batas kecepatan.