scientific
/ˌsaɪənˈtɪfɪk/
Kata scientific merujuk pada segala sesuatu yang mengikuti metode sistematis, terukur, dan dapat dibuktikan melalui eksperimen. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "ilmiah" atau "saintifik". Perbedaan utamanya terletak pada nuansa penggunaannya: "ilmiah" lebih umum digunakan dalam konteks akademis dan penulisan karya tulis, sementara "saintifik" cenderung merujuk pada disiplin ilmu alam atau sains secara spesifik.
Nuansa Penggunaan dan Perbandingan
Penggunaan scientific menekankan pada objektivitas dan bukti empiris. Kata ini berbeda dengan academic yang lebih luas mencakup studi teoretis atau humaniora. Misalnya, sebuah pendekatan yang scientific harus bisa diuji ulang oleh orang lain dengan hasil yang sama, sedangkan pendekatan academic mungkin lebih bersifat diskursif atau analitis.
Benar: scientific method (metode ilmiah) — merujuk pada proses observasi dan eksperimen.
Salah: Menggunakan scientific untuk menggambarkan opini pribadi yang tidak memiliki basis data.
Kekeliruan Umum bagi Penutur Bahasa Indonesia
Sering terjadi kerancuan antara scientific dengan kata "ilmiah" dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, "ilmiah" terkadang digunakan secara longgar untuk berarti "terpelajar" atau "formal". Namun, dalam bahasa Inggris, scientific secara ketat terikat pada metode sains. Jika Anda ingin merujuk pada sesuatu yang bersifat intelektual atau akademis namun tidak menggunakan metode eksperimen sains, gunakanlah kata scholarly atau academic daripada scientific.
Secara tata bahasa, scientific adalah kata sifat yang biasanya mendahului kata benda, seperti dalam frasa scientific research (penelitian ilmiah) atau scientific evidence (bukti ilmiah).
Meanings
Berdasarkan atau ditandai oleh metode dan prinsip sains
"The researchers conducted a rigorous scientific study to test the new hypothesis."
Para peneliti melakukan studi ilmiah yang ketat untuk menguji hipotesis baru tersebut.
Berkaitan dengan studi sains sebagai sebuah disiplin ilmu
"She has a deep interest in the history of scientific discovery."
Dia memiliki minat yang mendalam terhadap sejarah penemuan saintifik.