research
Research dapat digunakan sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata benda, kata ini biasanya bersifat tidak dapat dihitung (uncountable), yang berarti umumnya tidak menggunakan akhiran 's' untuk bentuk jamak (contoh: much research, bukan many researches). Anda bisa menggunakan frasa pieces of research atau studies untuk merujuk pada beberapa hasil penelitian secara individu.
Sebagai kata kerja, kata ini biasanya diikuti oleh objek langsung (transitif) atau preposisi seperti into atau on (intransitif).
💬Casual Conversation
Hey Brian, I need you to research some new synergy tools for Q3.
Oi Brian, gue butuh lu buat riset beberapa alat sinergi baru buat kuartal ketiga.
Did you even try Googling it first, David?
Lu udah coba Googling dulu belum sih, Dav?
Meanings
Penyelidikan sistematis terhadap suatu subjek untuk menemukan atau merevisi fakta, teori, atau aplikasi
"scientific research"
Menyelidiki sesuatu secara sistematis
"research a topic"
Melakukan penyelidikan sistematis
"research for a cure"
Examples
We need to research this thoroughly before launch.
My research indicates a strong market demand.
I did some quick research on the best local cafes.
You actually need to research the company before an interview!
I'm doing research for a new app idea, but it's tough.
Collocations & Compounds
conduct research
melakukan penelitian sistematis
Tim tersebut sedang melakukan penelitian untuk menemukan vaksin baru.
empirical research
penelitian empiris yang berdasarkan fenomena yang diamati dan diukur
Penelitian empiris memberikan bukti nyata tentang perilaku konsumen.
groundbreaking research
penelitian terobosan yang menghasilkan penemuan baru
Hasil penelitian terobosannya mengubah cara kita memahami genetika.
market research
riset pasar untuk mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan dan preferensi konsumen
Perusahaan melakukan riset pasar sebelum meluncurkan produk baru tersebut.
further research
penelitian lebih lanjut yang diperlukan untuk mencapai suatu kesimpulan
Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi hasil awal ini.
Cultural Context
The Infinite Loop: The Psychology of Research and the "Rabbit Hole" Effect
Loop Tanpa Akhir: Psikologi Riset dan Efek "Lubang Kelinci"
Pernahkah Anda duduk untuk meneliti sebuah fakta sederhana—mungkin tanggal pertempuran bersejarah atau bahan-bahan rempah langka—namun tanpa sadar, empat jam kemudian, Anda justru sedang membaca utas mendalam tentang iklim geopolitik Asia Tengah abad ke-14? Inilah yang disebut efek "Lubang Kelinci" (Rabbit Hole), sebuah fenomena di mana tindakan penyelidikan sistematis berubah dari pencarian pengetahuan yang terarah menjadi pengembaraan rasa ingin tahu yang tidak terencana.
Dari perspektif psikologis, dorongan ini dipicu oleh 'Teori Kesenjangan Informasi'. Saat kita menemukan celah dalam pengetahuan kita, hal itu menciptakan perasaan deprivasi kognitif—sebuah "gatal mental" yang hanya bisa diredakan dengan menemukan potongan informasi yang hilang. Sensasi menyenangkan muncul dari lonjakan dopamin yang kita terima setiap kali ada koneksi baru yang terbentuk atau misteri yang terpecahkan. Di era digital, hal ini semakin diperkuat oleh hiperteks. Setiap tautan dalam sesi riset bertindak sebagai portal, mengundang kita untuk menjelajahi jalur tangensial yang dianggap otak kita sebagai konteks penting, meskipun sebenarnya sangat tidak relevan dengan pertanyaan awal.
Namun, ada lapisan filosofis yang lebih dalam mengapa kita senang melakukan riset. Pada dasarnya, ini adalah tindakan memetakan hal-hal yang tidak diketahui. Baik itu seorang ilmuwan di laboratorium maupun seorang penghobi di Wikipedia, proses penelitian adalah manifestasi dari keinginan manusia akan keteraturan dan pemahaman. Kita adalah makhluk pencari pola; dengan menyatukan fakta-fakta yang terpisah menjadi narasi yang kohesif, kita merasakan penguasaan atas lingkungan kita.
Tentu saja, risikonya adalah 'kelumpuhan analisis' (analysis paralysis), di mana volume data yang tersedia begitu besar sehingga mustahil untuk mencapai sebuah kesimpulan. Namun, keindahan dari riset terletak pada ketegangan antara yang diketahui dan yang tidak diketahui. Hal ini mengingatkan kita bahwa dunia sangatlah kompleks dan perjalanan menuju kebenaran sering kali lebih berharga daripada tujuan itu sendiri. Lain kali Anda mendapati diri Anda tersesat dalam labirin digital pada jam 3 pagi, ingatlah bahwa Anda tidak sekadar membuang waktu—Anda sedang melakukan salah satu impuls paling mendasar manusia: pengejaran pemahaman yang tanpa henti.
Etymology
Berasal dari kata bahasa Prancis Tengah recherche, yang berarti 'pencarian' atau 'pemeriksaan', yang berkembang dari bahasa Prancis Kuno recercher.
Akar katanya terdiri dari awalan re- (intensif) dan cercher (mencari), yang pada akhirnya berasal dari bahasa Latin re- + circare (berkeliling/mencari).