sadistic
Kata sadistic digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang mendapatkan kepuasan atau kenikmatan—sering kali bersifat seksual, namun tidak selalu—dari melihat atau menyebabkan penderitaan, rasa sakit, atau penghinaan terhadap orang lain. Kata ini memiliki konotasi yang sangat negatif dan ekstrem, jauh lebih kuat daripada sekadar kata cruel (kejam).
Nuansa Makna dan Perbandingan
Perbedaan utama antara sadistic dan cruel terletak pada motivasi pelakunya. Seseorang yang cruel mungkin melakukan kekejaman karena kebencian, kemarahan, atau ketidakpedulian. Namun, seseorang yang sadistic melakukan kekejaman karena hal tersebut memberikan mereka rasa senang atau kepuasan psikologis. Jadi, sadistic menyiratkan adanya elemen kenikmatan dalam penderitaan orang lain.
cruel: Kejam secara umum (misalnya, mengabaikan hewan yang lapar).
sadistic: Menikmati proses menyakiti (misalnya, sengaja menyiksa hewan untuk merasa puas).
Konteks Penggunaan
Dalam penggunaan sehari-hari, kata ini sering digunakan secara hiperbolis untuk menggambarkan seseorang yang tampak senang memberikan tugas yang sangat sulit atau aturan yang sangat ketat kepada orang lain. Namun, dalam konteks klinis atau hukum, kata ini merujuk pada gangguan kepribadian atau perilaku kriminal yang serius.
Contoh penggunaan tepat: The dictator's sadistic regime tortured thousands of innocent people. (Rezim sadis diktator itu menyiksa ribuan orang tak bersalah.)
Contoh penggunaan hiperbolis: My boss has a sadistic streak when it comes to assigning weekend work. (Bos saya punya sisi sadis jika berkaitan dengan pemberian tugas akhir pekan.)
Meanings
Mendapatkan kepuasan, terutama kepuasan seksual, dari memberikan rasa sakit, penderitaan, atau penghinaan kepada orang lain
"The dictator was known for his sadistic treatment of political prisoners."
Diktator itu dikenal karena perlakuan sadisnya terhadap tahanan politik.