rooster
Kata rooster secara spesifik merujuk pada ayam jantan dewasa. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "ayam jantan". Penting untuk dipahami bahwa rooster memiliki konotasi yang sangat spesifik terkait dengan perilaku biologis, seperti berkokok di pagi hari dan memiliki jengger yang mencolok.
Perbedaan Nuansa dengan Istilah Lain
Dalam bahasa Inggris, terdapat perbedaan antara rooster dan cock. Meskipun keduanya berarti ayam jantan, rooster adalah istilah yang lebih umum dan netral, terutama dalam bahasa Inggris Amerika. Sementara itu, cock lebih sering digunakan dalam bahasa Inggris Britania, namun harus digunakan dengan hati-hati karena kata tersebut memiliki makna slang yang vulgar dalam konteks informal. Oleh karena itu, bagi pembelajar bahasa Inggris, penggunaan rooster jauh lebih aman dan tepat untuk konteks umum.
Benar: The rooster crows at dawn. (Ayam jantan itu berkokok saat fajar.)
Hindari penggunaan cock dalam percakapan kasual jika tidak ingin menimbulkan ambigu atau makna konotatif yang negatif.
Penggunaan dalam Konteks Lain
Selain merujuk pada ayam domestik, istilah ini terkadang digunakan secara lebih luas untuk merujuk pada burung jantan dari keluarga Galliformes lainnya, seperti kalkun atau burung pegar, meskipun istilah male biasanya lebih umum digunakan untuk spesies non-ayam. Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda terhitung (countable noun), sehingga dapat berbentuk jamak menjadi roosters.
Meanings
Ayam jantan dewasa, biasanya ditandai dengan jengger berdaging dan kebiasaan berkokok
"The rooster woke the farmers up at dawn."
Ayam jantan itu membangunkan para petani saat fajar dengan kokokan yang keras.
Burung jantan dari spesies apa pun dalam ordo Galliformes, seperti kalkun atau burung pegar
Kalkun jantan liar itu memamerkan bulunya untuk menarik pasangan.