romanticism
Kata romanticism memiliki dua dimensi makna yang sangat berbeda, dan pembelajar bahasa Inggris harus berhati-hati agar tidak mencampuradukkan keduanya. Makna pertama berkaitan dengan gerakan seni dan intelektual, sementara makna kedua berkaitan dengan sikap emosional atau cara pandang seseorang terhadap hidup.
Nuansa Artistik dan Intelektual
Dalam konteks sejarah dan seni, romanticism merujuk pada sebuah gerakan yang mengutamakan intuisi, emosi yang kuat, dan keindahan alam yang liar. Ini adalah lawan dari rasionalisme atau pencerahan yang menekankan logika dan keteraturan. Saat menggunakan kata ini dalam konteks akademik atau seni, fokusnya adalah pada pemberontakan terhadap aturan klasik dan pengagungan terhadap subjektivitas individu.
Nuansa Idealisme dan Emosional
Dalam penggunaan sehari-hari, romanticism sering kali merujuk pada kecenderungan seseorang untuk melihat sesuatu secara idealis atau terlalu optimis, sering kali hingga mengabaikan kenyataan yang pahit. Dalam konteks ini, kata tersebut bisa membawa konotasi negatif jika seseorang dianggap terlalu naif atau tidak realistis.
Benar: His romanticism led him to believe that the project would succeed without any planning. (Romantisisme yang dimilikinya membuatnya percaya bahwa proyek itu akan berhasil tanpa perencanaan apa pun.)
Salah: Menggunakan romanticism untuk sekadar menggambarkan kencan romantis atau suasana penuh cinta. Untuk hal tersebut, gunakan kata sifat romantic.
Perbedaan dengan Kata Terkait
Sangat penting untuk membedakan antara romanticism (kata benda/konsep) dan romantic (kata sifat). Romanticism adalah sebuah filosofi atau keadaan pikiran, sedangkan romantic menggambarkan karakteristik dari suatu tindakan atau perasaan. Selain itu, jangan tertukar dengan romance yang lebih merujuk pada hubungan cinta atau genre cerita percintaan.
Secara tata bahasa, romanticism adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Sebuah gerakan intelektual dan artistik yang muncul pada akhir abad ke-18, yang menekankan emosi, individualisme, dan pengagungan alam di atas rasionalisme dan tatanan klasik
The poet's work is a prime example of early English romanticism.
Karya penyair itu adalah contoh utama dari romantisisme awal bahasa Inggris.
Kualitas atau keadaan pikiran yang ditandai oleh pandangan hidup dan cinta yang idealis, optimis, atau tidak realistis
Her romanticism often blinds her to the practical difficulties of the situation.
Romantisisme yang dimilikinya sering kali membuatnya buta terhadap kesulitan praktis dari situasi tersebut.