profligate
Kata profligate memiliki nuansa yang jauh lebih kuat dan lebih negatif dibandingkan dengan kata wasteful. Jika wasteful sekadar berarti tidak efisien dalam menggunakan sumber daya, profligate menggambarkan pemborosan yang ekstrem, tidak terkendali, dan sering kali dianggap tidak bertanggung jawab secara finansial. Kata ini membawa konotasi bahwa seseorang menghamburkan uang atau sumber daya dalam jumlah besar tanpa memikirkan masa depan.
Selain aspek finansial, profligate juga memiliki dimensi moral. Dalam konteks yang lebih luas, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan gaya hidup yang foya-foya dan tidak bermoral, di mana seseorang mengabaikan standar etika atau disiplin diri demi kesenangan sesaat. Oleh karena itu, penggunaan kata ini sering kali menyiratkan penghakiman terhadap karakter seseorang, bukan sekadar kritik terhadap kebiasaan belanjanya.
Perbedaan Nuansa dengan Kata Serupa
Sangat penting untuk membedakan profligate dari beberapa kata lain yang memiliki makna serupa namun berbeda intensitasnya:
extravagant: Kata ini cenderung lebih netral atau bahkan bisa bermakna positif dalam konteks kemewahan. Seseorang yang extravagant mungkin hanya suka membeli barang-barang mahal, tetapi belum tentu menghancurkan hidupnya karena utang.
wasteful: Ini adalah istilah umum untuk segala jenis pemborosan, termasuk membuang-buang waktu atau makanan, dan tidak selalu berkaitan dengan gaya hidup mewah atau degradasi moral.
prodigal: Meskipun sangat mirip, prodigal sering kali dikaitkan dengan konsep "kembali setelah menyadari kesalahan" (seperti dalam kisah The Prodigal Son), sedangkan profligate lebih menekankan pada kondisi perilaku boros itu sendiri.
Konteks Penggunaan dan Contoh
Dalam bahasa Indonesia, profligate dapat diterjemahkan sebagai boros, foya-foya, atau orang boros tergantung pada fungsinya dalam kalimat. Perhatikan perbedaan penggunaannya:
Penggunaan sebagai kata sifat untuk perilaku: His profligate spending habits led to bankruptcy (Kebiasaan belanjanya yang boros menyebabkan kebangkrutan).
Penggunaan untuk menggambarkan gaya hidup: They lived a profligate life of luxury and excess (Mereka menjalani kehidupan foya-foya dengan kemewahan dan berlebihan).
Penggunaan sebagai kata benda untuk merujuk pada orang: The profligate spent his inheritance in a matter of months (Si pemboros itu menghabiskan warisannya dalam hitungan bulan).
Secara tata bahasa, profligate dapat berfungsi sebagai kata sifat (adjective) untuk menyifati perilaku atau orang, serta sebagai kata benda (noun) untuk menyebut orang yang memiliki sifat tersebut.
Meanings
Boros dalam penggunaan sumber daya, terutama uang
The profligate heir spent the entire family fortune in less than a year.
Pewaris yang boros itu menghabiskan seluruh kekayaan keluarga dalam waktu kurang dari setahun.
Sangat boros atau tidak bermoral dalam gaya hidup, sering kali ditandai dengan kurangnya pengendalian diri secara moral
He led a profligate life of gambling and excess in the city.
Dia menjalani kehidupan foya-foya dengan berjudi dan berlebihan di kota itu.
Seseorang yang sangat boros atau menghambur-hamburkan uang tanpa perhitungan
The young profligate was cut off from his inheritance after his debts became insurmountable.
Si pemboros muda itu diputus hak warisannya setelah utang-utangnya menjadi tidak tertanggungkan.