preponderance
Kata preponderance digunakan untuk menggambarkan situasi di mana satu hal memiliki jumlah, berat, atau pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan hal lainnya. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan sebagai "keunggulan jumlah" atau "dominasi", namun nuansanya lebih menekankan pada aspek kuantitas atau proporsi yang tidak seimbang.
Nuansa Penggunaan dan Perbandingan
Berbeda dengan kata majority yang sekadar berarti "mayoritas" (lebih dari setengah), preponderance memberikan kesan adanya kekuatan atau berat yang sangat dominan sehingga mampu mempengaruhi hasil akhir atau opini umum. Kata ini sering digunakan dalam konteks formal, hukum, atau ilmiah.
majority: Menekankan pada angka atau jumlah orang (misalnya: mayoritas pemilih).
preponderance: Menekankan pada bobot, pengaruh, atau jumlah bukti yang sangat kuat (misalnya: preponderance of evidence atau keunggulan bukti).
Konteks Penggunaan Praktis
Dalam konteks hukum perdata di beberapa negara berbahasa Inggris, terdapat istilah preponderance of the evidence. Ini bukan berarti "sebagian besar bukti", melainkan standar pembuktian di mana satu pihak harus menunjukkan bahwa klaim mereka "lebih mungkin benar daripada tidak benar".
Benar: There is a preponderance of evidence suggesting a climate shift. (Ada keunggulan jumlah bukti yang menunjukkan pergeseran iklim.)
Salah: Menggunakan preponderance untuk sekadar menyebutkan jumlah orang dalam sebuah ruangan tanpa ada unsur dominasi atau pengaruh.
Catatan Tata Bahasa
Kata ini adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun) dalam sebagian besar konteksnya, sehingga biasanya tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Kenyataan bahwa jumlah, kuantitas, atau kepentingan lebih besar daripada yang lain
There is a preponderance of evidence suggesting the theory is correct.
Ada keunggulan jumlah bukti yang menunjukkan bahwa teori tersebut benar.
Keunggulan dalam berat atau kekuatan yang memungkinkan satu pihak mendominasi pihak lain
The army won the battle due to the preponderance of its forces.
Tentara itu memenangkan pertempuran karena keunggulan kekuatan pasukannya.