parochial
Kata parochial memiliki dua dimensi makna yang sangat berbeda, yaitu makna religius yang bersifat teknis dan makna kiasan yang bersifat kritis. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan kapan kata ini digunakan sebagai deskripsi administratif dan kapan digunakan sebagai kritik terhadap pola pikir seseorang.
Nuansa Makna dan Konteks
Dalam konteks religius, parochial merujuk secara spesifik pada hal-hal yang berkaitan dengan paroki atau wilayah administratif gereja. Penggunaannya bersifat netral dan deskriptif. Contohnya, parochial school merujuk pada sekolah yang dikelola oleh paroki.
Namun, dalam penggunaan sehari-hari yang lebih umum, parochial sering digunakan secara peyoratif (negatif) untuk menggambarkan seseorang yang berpikiran sempit. Dalam konteks ini, kata tersebut menyiratkan bahwa seseorang hanya peduli pada lingkungan kecil di sekitarnya dan gagal melihat gambaran besar atau perspektif global. Nuansanya mirip dengan kata provincial atau narrow-minded.
Penggunaan yang tepat: His parochial outlook prevents him from understanding international diplomacy. (Pandangan sempitnya menghalangi dia untuk memahami diplomasi internasional.)
Penggunaan yang salah: Menggunakan parochial untuk sekadar mengatakan seseorang "pendiam" atau "pemalu", karena kata ini berkaitan dengan cakupan wawasan, bukan kepribadian.
Perbandingan dengan Istilah Serupa
Perlu diperhatikan perbedaan antara parochial dan narrow-minded. Meskipun keduanya berarti berpikiran sempit, parochial lebih menekankan pada keterbatasan karena pengaruh lingkungan lokal atau kedaerahan (lokalisme), sedangkan narrow-minded lebih merujuk pada ketidakinginan untuk menerima ide atau pendapat baru secara umum.
Secara tata bahasa, parochial adalah kata sifat (adjective) yang dapat diletakkan sebelum kata benda atau setelah kata kerja penghubung.
Meanings
Memiliki pandangan atau cakupan yang terbatas atau sempit, terutama yang terfokus pada kepentingan lokal sehingga mengabaikan perspektif yang lebih luas
"His parochial attitude prevented him from understanding the global implications of the trade agreement."
Sikap berpikiran sempitnya menghalangi dia untuk memahami implikasi global dari perjanjian perdagangan tersebut.
Berkaitan dengan paroki gereja, terutama dalam hal administrasi atau klerus setempat
"The bishop visited the parochial schools to discuss the new curriculum for religious education."
Uskup mengunjungi sekolah-sekolah parokial untuk membahas kurikulum baru bagi pendidikan agama.