pacifism
pacifism merujuk pada keyakinan atau filosofi yang menolak penggunaan kekerasan dan perang sebagai sarana penyelesaian konflik. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini diterjemahkan sebagai pasifisme. Penting bagi pembelajar untuk memahami bahwa pacifism bukan sekadar sikap "pasif" atau diam dalam menghadapi masalah, melainkan sebuah posisi etis dan politik yang aktif dalam mengupayakan perdamaian.
Nuansa Makna dan Perbedaan Kontekstual
Ada perbedaan penting antara pacifism secara umum dan absolute pacifism. pacifism bisa mencakup spektrum yang luas, termasuk mereka yang mungkin menerima kekerasan dalam pertahanan diri yang sangat terbatas. Namun, absolute pacifism adalah bentuk yang paling ekstrem, di mana penggunaan kekerasan ditolak sepenuhnya tanpa pengecualian apa pun, bahkan dalam situasi perang terbuka atau ancaman nyawa.
Contoh penggunaan umum: The movement is rooted in pacifism (Gerakan ini berakar pada pasifisme).
Contoh penggunaan absolut: Her commitment to absolute pacifism prevents her from carrying any weapon (Komitmennya terhadap pasifisme mutlak membuatnya tidak membawa senjata apa pun).
Kaitan dengan Istilah Serupa
Jangan mengelirukan pacifism dengan passivity. Meskipun keduanya terdengar mirip secara fonetik dalam bahasa Inggris, passivity (pasivitas) berarti kurangnya inisiatif atau ketidakmampuan untuk bertindak, sedangkan pacifism adalah pilihan sadar untuk menghindari kekerasan demi prinsip moral. Seseorang bisa menjadi seorang pasifis yang sangat aktif dalam mengorganisir protes perdamaian, sehingga mereka tidak bersifat pasif.
Secara tata bahasa, kata ini adalah kata benda tak terhitung (uncountable noun) yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah ideologi atau prinsip hidup.
Meanings
Keyakinan bahwa perang dan kekerasan tidak dapat dibenarkan dan bahwa semua perselisihan harus diselesaikan dengan cara damai
"His commitment to pacifism led him to refuse military service during the conflict."
Komitmennya terhadap pasifisme membuatnya menolak dinas militer selama konflik tersebut.