impermanence
impermanence merujuk pada konsep bahwa tidak ada sesuatu pun di alam semesta ini yang bersifat tetap atau abadi. Dalam penggunaan umum, kata ini sering membawa nuansa melankolis atau reflektif mengenai kefanaan hidup, seperti bagaimana kecantikan atau masa muda akan memudar seiring berjalannya waktu. Berbeda dengan kata transience yang lebih menekankan pada durasi yang sangat singkat (sekejap), impermanence lebih berfokus pada sifat dasar dari segala sesuatu yang pasti akan berubah atau berakhir.
Nuansa Filosofis dan Spiritual
Dalam konteks spiritual, khususnya Buddhisme, impermanence adalah istilah teknis yang merujuk pada hukum universal bahwa segala sesuatu yang terkondisi berada dalam keadaan berubah terus-menerus. Dalam konteks ini, kata tersebut tidak dipandang sebagai hal yang menyedihkan, melainkan sebagai kebenaran objektif yang harus diterima untuk mencapai kedamaian batin. Contoh penggunaannya adalah dalam kalimat The concept of impermanence is central to Buddhist teachings (Konsep ketidakkekalan adalah pusat dari ajaran Buddha).
Perbandingan dengan Istilah Serupa
Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan impermanence dengan beberapa kata sifat terkait:
temporary: Digunakan untuk sesuatu yang memang direncanakan untuk tidak permanen, seperti a temporary job (pekerjaan sementara).
ephemeral: Digunakan untuk sesuatu yang hidup atau bertahan dalam waktu yang sangat singkat, seperti ephemeral beauty (kecantikan yang fana/singkat).
impermanent: Bentuk kata sifat dari impermanence, yang menyatakan bahwa sesuatu tidak bersifat kekal.
Catatan Tata Bahasaimpermanence adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun). Oleh karena itu, kata ini tidak digunakan dalam bentuk jamak dan biasanya tidak diawali dengan artikel a atau an kecuali jika diikuti oleh kata sifat penjelas yang spesifik.
Meanings
Keadaan atau kualitas yang hanya bertahan untuk jangka waktu terbatas
The impermanence of youth is a common theme in poetry.
Ketidakkekalan masa muda adalah tema yang umum dalam puisi.
Doktrin filosofis Buddha bahwa semua hal yang terkondisi berada dalam keadaan berubah terus-menerus dan pada akhirnya akan berhenti ada
Practicing mindfulness helps one accept the universal law of impermanence.
Mempraktikkan kesadaran penuh membantu seseorang menerima hukum universal tentang ketidakkekalan.