discord
discord secara umum merujuk pada kondisi tidak adanya harmoni, baik dalam hubungan antarmanusia maupun dalam konteks musik. Dalam interaksi sosial, kata ini menggambarkan ketegangan atau perselisihan yang mendalam, yang lebih kuat daripada sekadar perbedaan pendapat biasa. Nuansanya sering kali berkaitan dengan perpecahan yang merusak kesatuan suatu kelompok.
Nuansa Makna dan Penggunaan
Dalam konteks sosial, discord sering dibandingkan dengan disagreement. Jika disagreement bisa berupa perbedaan pendapat yang sederhana dan sehat, discord menyiratkan adanya konflik emosional atau permusuhan yang menciptakan suasana tidak nyaman. Contohnya, dalam kalimat The team was plagued by internal discord, kata discord menunjukkan bahwa ada perpecahan internal yang menghambat kinerja tim.
Dalam konteks musik, discord (atau lebih sering disebut dissonance) merujuk pada kombinasi nada yang terdengar kasar atau tidak selaras. Hal ini menciptakan ketegangan auditori yang biasanya membutuhkan resolusi ke nada yang harmonis.
Kekeliruan Umum bagi Pembelajar
Pembelajar bahasa Inggris perlu berhati-hati agar tidak tertukar antara discord dengan discordance. Meskipun keduanya berkaitan dengan ketidakharmonisan, discord lebih umum digunakan untuk menggambarkan konflik antarmanusia atau istilah musik, sementara discordance lebih sering digunakan dalam konteks teknis atau formal untuk menunjukkan ketidaksesuaian antara dua hal (misalnya antara teori dan praktik).
❌ There is a discord between the two theories. (Kurang tepat)
Benar: There is a discordance between the two theories.
✅ The political discord in the country is rising. (Tepat, merujuk pada perselisihan politik)
Secara tata bahasa, discord adalah kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun) ketika merujuk pada keadaan tidak harmonis secara umum.
Meanings
Kurangnya kesepakatan atau keharmonisan antara orang-orang, yang biasanya mengakibatkan konflik atau pertikaian
"The political discord within the party led to its eventual collapse."
Perselisihan politik di dalam partai tersebut menyebabkan keruntuhannya pada akhirnya.
Kurangnya harmoni antara nada-nada musik, sehingga menciptakan suara yang kasar atau tidak menyenangkan
"The composer used intentional discord to evoke a sense of anxiety in the listener."
Komposer itu menggunakan disonansi yang disengaja untuk membangkitkan rasa cemas pada pendengar.