city
City menggambarkan skala organisasi manusia yang lebih besar daripada sekadar kota kecil atau kota kecamatan. Kata ini membawa kesan kepadatan, kompleksitas, dan infrastruktur yang sistematis. Jika town terasa lebih akrab atau tenang, city memberikan kesan ambisi, kebisingan, dan ritme hidup yang cepat.
Dalam banyak konteks, frasa the city berfungsi sebagai kependekan konseptual untuk inti perkotaan—pusat perdagangan, keuangan, dan kekuasaan. Hal ini menciptakan dikotomi psikologis antara kota (pekerjaan, stres, anonimitas) dengan daerah pinggiran atau pedesaan (rumah, relaksasi, komunitas).
Tergantung pada sudut pandang pembicaranya, kata ini bisa membangkitkan perasaan kebebasan dan peluang, atau justru perasaan terasing dan kemacetan.
Countable when referring to distinct urban municipalities ('Tokyo and London are huge cities'). Uncountable when referring to the bustling, commercial heart of a metropolitan area ('I spend my day commuting into the city').
Meanings
Kota besar, biasanya yang menjadi pusat administrasi suatu kabupaten atau wilayah
"New York City is known as 'the city that never sleeps'."
Kota New York dikenal sebagai 'kota yang tidak pernah tidur'.
Bagian tengah dari sebuah kota, yang sering kali ditandai dengan aktivitas komersial dan bisnis
"He works in the city during the week but lives in the suburbs."
Dia bekerja di pusat kota selama hari kerja tetapi tinggal di pinggiran kota.
Examples
The ancient city was once a powerful trade hub in the region.
Kota kuno itu dulunya merupakan pusat perdagangan yang kuat di wilayah tersebut.
Many people commute into the city for work every morning.
Banyak orang pergi ke pusat kota untuk bekerja setiap pagi.