choleric
/kɘˈliɘɹɘk/
Kata choleric digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki temperamen sangat mudah marah, cepat tersinggung, atau cenderung meledak-ledak. Kata ini membawa nuansa yang lebih formal dan sastrawi dibandingkan dengan kata angry (marah) atau grumpy (ketus). Jika angry merujuk pada keadaan emosi sementara, choleric merujuk pada sifat atau karakter permanen seseorang yang memang secara alami pemarah.
Nuansa Semantik dan Perbandingan
Dalam bahasa Inggris, terdapat perbedaan halus antara choleric dengan kata-kata serupa lainnya:
choleric menekankan pada kecenderungan bawaan untuk marah dengan cepat dan intens. Ini sering dikaitkan dengan konsep kuno tentang "humors" (cairan tubuh), di mana kelebihan empedu kuning dianggap membuat seseorang menjadi pemarah.
irascible memiliki makna yang sangat mirip, namun irascible lebih menekankan pada kemudahan seseorang untuk dipicu kemarahannya, sedangkan choleric lebih menekankan pada intensitas kemarahan tersebut.
testy atau peevish menggambarkan kekesalan yang lebih kecil, seperti merasa terganggu oleh hal-hal sepele, sementara choleric menggambarkan kemarahan yang lebih besar dan mendalam.
Contoh penggunaan:
Benar: He has a choleric disposition (Dia memiliki watak yang pemarah).
Kurang tepat: I feel choleric today (Saya merasa pemarah hari ini) — karena choleric lebih tepat digunakan untuk mendeskripsikan kepribadian jangka panjang, bukan suasana hati sesaat.
Konteks Penggunaan dan Tip Terjemahan
Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk tidak sekadar menerjemahkan kata ini sebagai "marah". Gunakan istilah seperti "pemarah" atau "bertemperamen buruk" untuk menangkap esensi sifat permanen dari kata ini. Hindari penggunaan kata "marah" jika konteksnya adalah mendeskripsikan karakter seseorang dalam jangka panjang.
Secara tata bahasa, choleric adalah kata sifat (adjective) yang biasanya diletakkan sebelum kata benda seperti disposition (watak), temperament (temperamen), atau nature (sifat).
Meanings
Mudah marah; memiliki temperamen buruk atau mudah tersinggung
The choleric old man shouted at the neighborhood children for stepping on his lawn.
Kakek pemarah itu membentak anak-anak tetangga karena menginjak rumput halamannya.