blackmail
Kata blackmail merujuk pada tindakan mengancam seseorang untuk mendapatkan uang, keuntungan, atau tindakan tertentu dengan cara mengancam akan membocorkan rahasia atau informasi yang memalukan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini paling tepat diterjemahkan sebagai "pemerasan".
Nuansa Penggunaan
Berbeda dengan kata extortion yang juga berarti pemerasan, blackmail secara spesifik melibatkan penggunaan informasi rahasia atau kompromat sebagai alat ancaman. Sementara extortion lebih luas dan bisa mencakup pemerasan melalui kekerasan fisik atau penyalahgunaan kekuasaan (seperti pungutan liar), blackmail lebih bersifat psikologis dan manipulatif.
Contoh penggunaan yang benar: He tried to blackmail the CEO with photos of the scandal (Dia mencoba memeras CEO tersebut dengan foto-foto skandal itu).
Contoh penggunaan yang kurang tepat: Menggunakan blackmail untuk menggambarkan perampokan bank dengan senjata, karena dalam kasus tersebut yang terjadi adalah robbery atau extortion melalui kekerasan.
Konteks Tata Bahasa
Kata ini dapat berfungsi sebagai kata kerja (verb) maupun kata benda (noun). Sebagai kata kerja, ia menunjukkan aksi melakukan pemerasan, sedangkan sebagai kata benda, ia merujuk pada tindakan atau ancaman pemerasan itu sendiri.
Meanings
Menuntut uang atau bantuan lain dari seseorang dengan mengancam akan mengungkapkan informasi yang memalukan atau memberatkan tentang mereka
"The corrupt official was blackmailed into signing the contract."
Pejabat korup itu diperas agar menandatangani kontrak tersebut.
Tindakan menuntut uang atau bantuan sebagai imbalan agar tidak mengungkapkan rahasia yang dapat merusak reputasi seseorang atau menyebabkan masalah hukum
"The politician resigned after a series of blackmail attempts became public."
Politikus itu mengundurkan diri setelah serangkaian upaya pemerasan menjadi diketahui publik.