beaker
Kata beaker paling umum digunakan dalam konteks sains dan laboratorium. Dalam bahasa Indonesia, ini diterjemahkan sebagai gelas kimia. Penting untuk dipahami bahwa beaker bukan digunakan untuk mengukur volume cairan dengan presisi tinggi, melainkan lebih sebagai wadah untuk mencampur, memanaskan, atau menampung cairan. Jika Anda membutuhkan pengukuran yang sangat akurat, istilah yang lebih tepat dalam bahasa Inggris adalah graduated cylinder (gelas ukur).
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Selain konteks laboratorium, beaker juga dapat merujuk pada wadah minum kuno atau tradisional yang biasanya terbuat dari bahan seperti tanduk atau kayu. Namun, penggunaan ini jauh lebih jarang ditemukan dalam percakapan modern dibandingkan dengan konteks kimia.
Konteks Laboratorium: The scientist poured the solution into a beaker. (Ilmuwan itu menuangkan larutan ke dalam gelas kimia.)
Konteks Arkeologi/Kuno: The museum displays a ceramic beaker from the Bronze Age. (Museum tersebut memamerkan cawan minum keramik dari Zaman Perunggu.)
Perbedaan dengan Wadah Lain
Pengguna bahasa Indonesia sering kali menyamakan semua wadah kaca laboratorium sebagai gelas, namun dalam bahasa Inggris terdapat perbedaan spesifik antara beaker dan flask (labu erlenmeyer/labu alas datar). beaker memiliki mulut yang lebar dan bentuk silinder, sedangkan flask biasanya memiliki leher yang lebih sempit untuk mencegah penguapan atau tumpahan saat dikocok.
Meanings
Wadah kaca berbentuk silinder dengan dasar datar dan mulut kecil untuk menuang, digunakan terutama di laboratorium untuk mencampur atau memanaskan cairan
"The chemist poured the solution from the beaker into a test tube."
Ahli kimia itu menuangkan larutan dari gelas kimia ke dalam tabung reaksi.