adultery
adultery merujuk pada tindakan pengkhianatan seksual dalam sebuah pernikahan, di mana salah satu pasangan menjalin hubungan intim dengan orang lain. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki konotasi moral dan hukum yang sangat kuat, sering kali dikaitkan dengan pelanggaran janji suci pernikahan.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Penting untuk membedakan adultery dengan cheating. Meskipun keduanya sering diterjemahkan sebagai "selingkuh", adultery jauh lebih spesifik dan formal. cheating adalah istilah umum yang bisa mencakup segala bentuk ketidaksetiaan, termasuk perselingkuhan emosional atau kencan rahasia tanpa kontak fisik. Sebaliknya, adultery secara teknis mengharuskan adanya hubungan seksual dan biasanya terjadi dalam konteks hukum atau agama yang melibatkan pernikahan sah.
cheating: Selingkuh secara umum (bisa hanya chat rahasia atau kencan).
adultery: Perzinaan (melibatkan hubungan seksual dalam ikatan pernikahan).
Konteks Penggunaan
Kata ini sering muncul dalam dokumen hukum, teks keagamaan, atau diskusi formal mengenai etika pernikahan. Dalam percakapan sehari-hari, penutur bahasa Inggris lebih cenderung menggunakan kata cheating karena terasa kurang kaku dan tidak terlalu menghakimi secara legal.
Contoh penggunaan formal: The couple filed for divorce on the grounds of adultery (Pasangan tersebut mengajukan perceraian dengan alasan perzinaan).
Contoh penggunaan kasual: He cheated on his wife (Dia menyelingkuhi istrinya).
Secara tata bahasa, adultery adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Hubungan seksual sukarela antara orang yang sudah menikah dengan seseorang yang bukan pasangannya
"He was accused of adultery after the affair became public."
Dia dituduh melakukan perzinaan selama masa pernikahannya.