guilt
Kata guilt memiliki dua nuansa makna utama yang sangat berbeda tergantung pada konteksnya, yaitu dimensi emosional dan dimensi hukum. Dalam konteks emosional, guilt merujuk pada rasa bersalah, yaitu beban psikologis yang dirasakan seseorang ketika mereka merasa telah melakukan sesuatu yang salah atau melanggar standar moral mereka sendiri. Sementara dalam konteks hukum, guilt merujuk pada kesalahan atau status terbukti bersalah atas suatu tindak pidana.
Perbedaan Nuansa Makna
Sangat penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan antara guilt dan shame. Meskipun keduanya sering diterjemahkan sebagai perasaan negatif terkait kesalahan, guilt berfokus pada tindakan spesifik yang dianggap salah (fokus pada "apa yang saya lakukan"), sedangkan shame lebih berkaitan dengan harga diri atau identitas seseorang (fokus pada "siapa saya").
Contoh penggunaan guilt: I feel a sense of guilt for forgetting her birthday (Saya merasa bersalah karena melupakan hari ulang tahunnya).
Contoh penggunaan shame: He felt a deep sense of shame after being caught lying (Dia merasa sangat malu setelah ketahuan berbohong).
Konteks Hukum dan Penggunaan Umum
Dalam ranah hukum, guilt digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang secara faktual telah melakukan kejahatan. Hal ini sering dipasangkan dengan kata innocence (ketidakbersalahan).
Benar: The jury decided the defendant's guilt (Juri memutuskan kesalahan terdakwa).
Salah: Menggunakan shame dalam konteks pengadilan untuk menyatakan status hukum seseorang.
Secara tata bahasa, guilt adalah kata benda tidak terhitung (uncountable noun) ketika merujuk pada perasaan atau status hukum. Namun, perlu diperhatikan bahwa kata sifat yang terkait adalah guilty. Jangan tertukar antara penggunaan kata benda guilt dengan kata sifat guilty dalam struktur kalimat.
Contoh: The guilt was overwhelming (Rasa bersalah itu sangat menyesakkan) dibandingkan dengan He is guilty of the crime (Dia bersalah atas kejahatan tersebut).
Uncountable when referring to the emotional state of remorse. Countable when referring to specific instances or types of wrongful acts.
Meanings
Perasaan penyesalan atau penderitaan batin yang disebabkan oleh keyakinan bahwa seseorang telah melakukan sesuatu yang salah