disability
Kata disability memiliki nuansa makna yang luas dan sangat bergantung pada konteks penggunaannya, apakah merujuk pada kondisi medis/fisik atau status hukum. Dalam bahasa Indonesia, kata ini sering diterjemahkan menjadi "disabilitas" atau "cacat", namun pemilihan kata tersebut sangat krusial untuk menjaga kesantunan dan ketepatan makna.
Nuansa Makna dan Konteks Penggunaan
Secara umum, disability digunakan untuk menggambarkan kondisi fisik atau mental yang membatasi fungsi tubuh atau kognitif seseorang. Dalam konteks sosial dan medis modern, istilah "disabilitas" lebih disukai karena dianggap lebih inklusif dan manusiawi dibandingkan kata "cacat".
Namun, terdapat perbedaan penting ketika kata ini digunakan dalam konteks administratif atau hukum. Dalam situasi seperti pengajuan asuransi, tunjangan pemerintah, atau kebijakan tempat kerja, disability merujuk pada "status cacat". Di sini, fokusnya bukan sekadar pada kondisi medis, melainkan pada pengakuan resmi bahwa seseorang memiliki keterbatasan yang memberinya hak atas bantuan atau penyesuaian tertentu.
Contoh penggunaan kondisi fisik: learning disability (disabilitas belajar).
Contoh penggunaan status hukum: disability benefits (tunjangan cacat).
Perbandingan dengan Istilah Serupa
Penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk membedakan disability dengan impairment. Meskipun keduanya sering diterjemahkan sebagai "gangguan" atau "kerusakan" dalam bahasa Indonesia, secara konseptual keduanya berbeda:
impairment merujuk pada kerusakan spesifik pada organ atau fungsi tubuh (misalnya, kerusakan pada saraf mata).
disability adalah dampak dari kerusakan tersebut yang membatasi aktivitas seseorang dalam lingkungan sosial (misalnya, ketidakmampuan untuk membaca teks standar).
Selain itu, jangan tertukar dengan incapacity, yang lebih sering digunakan dalam konteks hukum untuk menyatakan bahwa seseorang tidak memiliki kapasitas mental atau legal untuk mengambil keputusan atau menandatangani kontrak.
Catatan Tata Bahasa
Kata disability adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun). Oleh karena itu, ia dapat berbentuk jamak (disabilities) ketika merujuk pada berbagai jenis kondisi yang berbeda atau ketika membicarakan kelompok orang dengan berbagai keterbatasan.
Benar: People with disabilities (Orang-orang dengan disabilitas).
Salah: People with disability (kecuali jika merujuk pada satu jenis disabilitas spesifik secara kolektif).
Dalam penggunaan kata sifat, gunakan disabled untuk mendeskripsikan orangnya, namun sangat disarankan untuk menggunakan frasa person with a disability (orang dengan disabilitas) untuk mengikuti prinsip person-first language yang lebih sopan dan profesional.
Countable when referring to a specific medical condition or impairment, such as a visual disability. Uncountable when referring to the general state of being disabled or the legal category for insurance and government support.
Meanings
Kondisi fisik atau mental yang membatasi gerakan, indra, atau fungsi kognitif seseorang