D
Dicread
BerandaKamusDdiffuseness

diffuseness

keterpencaran / kebertele-telean
Noun

Kata diffuseness memiliki dua nuansa makna yang sangat berbeda tergantung pada konteksnya, yaitu konteks fisik dan konteks komunikasi. Dalam konteks fisik, kata ini merujuk pada keterpencaran, yaitu kondisi di mana sesuatu (seperti cahaya, gas, atau aroma) menyebar secara merata dan tidak terpusat pada satu titik. Hal ini memberikan kesan kelembutan atau ketidakjelasan batas.

Dalam konteks bahasa atau tulisan, diffuseness merujuk pada kebertele-telean. Ini adalah kualitas komunikasi yang menggunakan terlalu banyak kata untuk menyampaikan ide yang sederhana, sehingga pesan utamanya menjadi kabur atau membosankan. Bagi penutur bahasa Indonesia, penting untuk membedakan antara diffuseness (kebertele-telean) dengan verbosity (kecerewetan/keberlebihan kata). Meskipun keduanya mirip, diffuseness lebih menekankan pada kurangnya fokus dan struktur yang longgar, sementara verbosity lebih menekankan pada jumlah kata yang berlebihan secara kuantitatif.

Perbedaan Nuansa Makna

Keterpencaran (Fisik): Digunakan saat mendeskripsikan fenomena alam atau teknis. Contoh: The diffuseness of the light (Keterpencaran cahaya tersebut). Di sini, kata ini bersifat netral atau bahkan positif (misalnya, cahaya yang lembut).

Kebertele-telean (Komunikasi): Digunakan dalam kritik sastra atau evaluasi tulisan. Contoh: The diffuseness of his writing style (Kebertele-telean gaya penulisannya). Dalam konteks ini, kata tersebut hampir selalu bermakna negatif karena menunjukkan ketidakefisienan dalam berkomunikasi.

Kekeliruan Umum dan Jebakan Terjemahan

Salah satu jebakan bagi pembelajar bahasa Inggris adalah menerjemahkan diffuseness hanya sebagai "penyebaran". Meskipun secara harfiah benar, kata "penyebaran" dalam bahasa Indonesia sering kali bersifat netral atau positif (seperti penyebaran informasi). Namun, ketika diffuseness digunakan untuk mengkritik sebuah teks, terjemahan yang lebih tepat adalah "kebertele-telean" untuk menangkap konotasi negatif dari tulisan yang tidak ringkas.

Salah: The diffuseness of the essay was a problem. (Penyebaran esai itu adalah masalah.)
Benar: The diffuseness of the essay was a problem. (Kebertele-telean esai itu adalah masalah.)

Karakteristik Gramatikal

Diffuseness adalah kata benda abstrak yang tidak dapat dihitung (uncountable noun). Oleh karena itu, kata ini tidak memiliki bentuk jamak dan biasanya digunakan dengan kata sifat yang menunjukkan derajat, seperti extreme diffuseness (kebertele-telean yang ekstrem) atau slight diffuseness (keterpencaran yang tipis).

Meanings

Nounketerpencaran

Kualitas dari sesuatu yang tersebar luas di area yang besar atau tidak terpusat di satu tempat

The diffuseness of the light in the room created a soft glow.

Nounkebertele-telean

Kualitas dari ucapan atau tulisan yang terlalu banyak kata, berlebihan, atau kurang ringkas

The editor criticized the diffuseness of the author's prose, urging him to be more direct.

Related Words

Terakhir Diperbarui: May 2026Laporkan Kesalahan