demand
/dɪˈmɑːnd/
Inti dari kata ini adalah penekanan dan sifat yang tidak bisa dinegosiasikan. Berbeda dengan request atau ask yang memberikan pilihan bagi penerimanya, demand menandakan bahwa pembicara merasa memiliki hak atas hasil tersebut atau situasi yang ada tidak memberikan pilihan lain.
Dalam konteks sosial, kata ini sering kali membawa konotasi negatif seperti keangkuhan atau agresivitas saat digunakan sebagai sebuah permintaan. Namun, dalam lingkungan profesional atau hukum, ini merupakan istilah standar untuk menegaskan klaim formal.
Ketika diterapkan pada sumber daya (waktu, upaya, perhatian), makna kata ini bergeser dari tindakan antarpersonal menjadi sebuah persyaratan sistemik. Hal ini menunjukkan bahwa tugas tersebut melelahkan dan akan menghabiskan sebagian besar kapasitas seseorang.
Dalam istilah ekonomi, kata ini menggambarkan tekanan kolektif atau keinginan besar terhadap suatu produk. Ini bukan sekadar "keinginan", melainkan kekuatan pasar yang mendorong harga dan ketersediaan.
Countable when referring to a specific ultimatum or request, such as a kidnapper's ransom demand. Uncountable when discussing the general economic desire for a product, like the global demand for oil.
Meanings
Meminta sesuatu dengan tegas, sebagai hak atau kebutuhan
Demand money.
Memerlukan jumlah waktu, upaya, atau keterampilan tertentu
Keinginan konsumen terhadap komoditas atau layanan tertentu
Demand grows.
Examples
Para karyawan menuntut kondisi kerja yang lebih baik dan gaji yang lebih tinggi.
Belajar bahasa baru membutuhkan kesabaran yang besar.
Bos tiba-tiba mengajukan tuntutan untuk laporan akhir.