bigotry
bigotry merujuk pada sikap keras kepala dan tidak toleran terhadap keyakinan, pendapat, atau kelompok orang yang berbeda dari diri sendiri. Kata ini memiliki konotasi yang sangat negatif karena tidak sekadar berarti "berbeda pendapat", melainkan melibatkan prasangka buruk yang mendalam dan penolakan untuk menerima keberagaman.
Nuansa Makna dan Perbandingan
Dalam bahasa Indonesia, bigotry sering diterjemahkan sebagai fanatisme atau intoleransi. Namun, penting untuk membedakannya dengan kata fanaticism. Sementara fanaticism bisa merujuk pada semangat yang berlebihan terhadap sesuatu (yang terkadang bisa bersifat positif atau netral, seperti penggemar berat olahraga), bigotry hampir selalu berkaitan dengan kebencian atau prasangka terhadap orang lain.
Perbedaan utama antara bigotry dan prejudice adalah bahwa prejudice (prasangka) adalah opini yang terbentuk sebelum mengetahui fakta sebenarnya, sedangkan bigotry adalah perwujudan dari prasangka tersebut menjadi sikap yang kaku, tidak toleran, dan sering kali agresif.
Contoh penggunaan yang tepat: The laws were designed to combat bigotry and discrimination (Undang-undang tersebut dirancang untuk memerangi intoleransi dan diskriminasi).
Contoh penggunaan yang kurang tepat: Menggunakan bigotry untuk menggambarkan seseorang yang hanya sangat menyukai satu hobi tertentu.
Konteks Penggunaan
Kata ini paling sering muncul dalam diskusi mengenai isu sosial, hak asasi manusia, rasisme, dan agama. Penggunaannya menekankan pada ketidaksediaan seseorang untuk mengubah pikirannya meskipun ada bukti atau argumen yang masuk akal, karena mereka merasa keyakinan mereka adalah satu-satunya yang benar dan semua yang lain salah atau inferior.
Meanings
Kepatuhan yang keras kepala atau tidak masuk akal terhadap opini, keyakinan, atau prasangka tertentu, terutama yang tidak toleran terhadap orang lain