Ponsel kamu bergetar. Panggilan FaceTime dari teman yang sudah enam bulan tidak kamu ajak bicara.
Kamu menatap layar. Kamu bisa menjawabnya. Kamu seharusnya menjawabnya. Tapi, sebuah pikiran lain melintas di benakmu: Nah, I'll call them back later (Nanti saja aku telepon balik).
Kilasan itu—keputusan spontan tanpa rencana—adalah jiwa sesungguhnya dari kata will.
Buku pelajaran menyebut will sebagai "simple future tense". Ini bohong. Itu hanyalah label yang membosankan untuk salah satu kata paling personal dan jujur dalam bahasa Inggris.
Will bukan tentang masa depan. Will adalah tentang momen saat ini ketika sebuah keputusan dibuat.
Percikan Impuls
Will adalah tata bahasa untuk sebuah impuls. Ia seperti percikan listrik yang melompat dari pikiran ke tindakan tanpa rencana sama sekali.
Ini kebalikan dari Google Calendar-mu. Kalender kamu berisi hal-hal yang sudah kamu putuskan untuk dilakukan. Will adalah untuk keputusan yang kamu buat saat kamu sedang berbicara.
Anggap saja ini seperti "siaran langsung" dari niatmu.
Don't worry about the bill, I'll get it.
Tenang saja soal tagihannya, biar aku yang bayar.
That looks heavy. I'll help you with it.
Kelihatannya berat. Sini aku bantu.
Prediksi Berdasarkan Firasat
Oke, jadi will digunakan untuk keputusan spontan. Tapi kata ini punya tugas kedua: membuat prediksi yang hanya didasarkan pada opini atau firasatmu sendiri.
Ini bukan ramalan cuaca berdasarkan data satelit. Ini adalah kamu, yang melihat beberapa awan kelabu dan berkata I think it'll rain soon (Kayaknya sebentar lagi hujan).
Ini adalah prediksi yang datang dari dalam diri kamu, bukan dari bukti eksternal. Ini adalah kamu yang memproyeksikan keyakinan pribadimu ke masa depan. Ini adalah cara yang sangat umum untuk mengungkapkan opini yang kuat dalam bahasa Inggris tanpa harus menunjukkan bukti.
I don't think they'll last. He's just not right for her.
Kayaknya mereka nggak akan langgeng. Cowok itu nggak cocok buat dia.
Don't worry, you'll do great on the presentation.
Tenang saja, presentasimu pasti lancar.
Will sebagai Suara Diri
Inilah level pemahaman tingkat dewa. Dua kegunaan will—keputusan spontan dan prediksi berdasarkan firasat—sebenarnya adalah hal yang sama. Keduanya adalah sinyal murni tanpa filter dari dunia batin si pembicara. Will adalah cara paling langsung untuk mengumumkan apa yang terjadi di dalam pikiranmu detik ini juga.
Ketika seseorang mengatakan I will do X (Aku akan melakukan X), mereka tidak hanya berbicara tentang tindakan di masa depan. Mereka sedang mengungkapkan tekad mereka saat ini. Ketika mereka mengatakan I think X will happen (Menurutku X akan terjadi), mereka sedang mengungkapkan keyakinan mereka saat ini. Masa depan hanyalah panggungnya; cerita sebenarnya adalah kondisi internal si pembicara.
Aturan Emas: Jangan bertanya "Apakah kejadian di masa depan ini direncanakan?" Sebaliknya, tanyakan: "Apakah pikiran ini datang langsung dari benak si pembicara, saat ini juga?" Jika jawabannya ya, gunakan will.
`I'll have the steak.`
Saya pesan steak.
`I can meet you at 7.`
Aku bisa menemuimu jam 7.
`You may begin the exam.`
Anda boleh memulai ujiannya.
`We shall overcome this challenge.`
Kita akan mengatasi tantangan ini.
`You must see this new show.`
Kamu harus nonton acara baru ini.
`You should probably get some rest.`
Kamu sebaiknya istirahat.
`Would you like some coffee?`
Apakah Anda mau kopi?
`We could order pizza tonight.`
Kita bisa pesan pizza malam ini.
`It might rain later, so bring an umbrella.`
Mungkin nanti hujan, jadi bawalah payung.