Kamu lagi mau cerita ke temanmu soal kencan yang gagal total minggu lalu.
Kamu bilang, He told me he loves dogs.(Dia bilang ke aku kalau dia suka anjing.)
Tunggu. Atau harusnya, He told me he loved dogs(Dia bilang ke aku kalau dia suka anjing.)?
Yang satu rasanya pas, tapi yang satunya lagi... kok kayaknya lebih benar, ya? Akhirnya kamu bingung, ceritanya jadi garing, dan otakmu langsung me-restart setelan grammar bahasa Inggris.
Di sekolah, kita diajari aturan simpel: kalau cerita utamanya pakai masa lalu (past tense), semua yang lain ikut ditarik ke masa lalu. Secara teknis ini benar, tapi ini juga cara paling payah untuk memahaminya. Aturan ini jadi terasa seperti beban.
Kenyataannya, ini bukan aturan. Ini mesin waktu.
Perintah "Sinkronisasi Waktu"
Anggap saja kata kerja pelaporan utamamu (said, told, thought, knew) sebagai tombol yang mengaktifkan "Mode Cerita."
Saat kamu menekannya, kamu tidak lagi berada di masa sekarang. Kamu membawa pendengarmu kembali ke momen saat sesuatu dikatakan atau dipikirkan. Semua yang ada di dalam gelembung cerita itu otomatis sinkron ke momen di masa lalu tersebut.
Ini seperti memakai filter "Jadul" di foto. Filter itu mengubah warna semua yang ada di dalam bingkai.
She says she is tired.
Dia bilang dia lelah.
She said she was tired.
Dia bilang dia lelah.
Sengaja Merusak Linimasa
Jadi, kenapa kita kadang mendengar orang melanggar aturan ini? Kenapa He told me he loves dogs(Dia bilang dia suka anjing.) masih terdengar oke?
Karena kamu bisa dengan sengaja "melubangi" gelembung cerita untuk menghubungkan kejadian di masa lalu dengan realitas masa kini.
Melanggar "Sinkronisasi Waktu" ini bukan kesalahan. Ini teknik tingkat lanjut. Kamu melakukannya saat melaporkan sesuatu yang benar pada waktu itu, masih benar sekarang, dan kemungkinan besar akan tetap benar besok. Ini adalah pernyataan fakta permanen.
He told me he was from Canada.
Dia bilang padaku dia berasal dari Kanada.
He told me he is from Canada.
Dia bilang padaku dia berasal dari Kanada.
Glitchnya Sang Narator
Ini bukan soal menghafal urutan tenses. Ini soal memutuskan siapa yang mengendalikan realitas.
Saat kamu menggunakan "Sinkronisasi Waktu" standar (said he was...), kamu menjadi jurnalis yang netral. Kamu hanya melaporkan fakta dari kejadian di masa lalu. Kamu berada di dalam linimasa si karakter.
Tapi saat kamu merusak sinkronisasi (said he is...), kamu menjadi narator yang serba tahu. Kamu menjeda adegan kilas balik untuk memberi penonton informasi dari masa sekarang. Kamu menarik pernyataan masa lalu mereka ke linimasa kamu saat ini.
Inilah mesin tersembunyi di baliknya. Apakah kamu tetap berada di dalam masa lalu mereka, atau kamu menghubungkannya dengan masa kinimu?
Aturan Emasnya: Kata kerja pelaporan utamamu menciptakan sebuah gelembung di masa lalu. Semua yang ada di dalam gelembung itu ditarik mundur ke masa lalu, kecuali kamu sengaja memecahkan kaca itu untuk membuktikan sesuatu tentang masa kini.
Kuasai ini, dan kamu bukan cuma melaporkan ucapan. Kamu mengendalikan aliran waktu itu sendiri.
He `said` he was running late.
Dia bilang dia telat.
She `told` me she had already eaten.
Dia memberitahuku bahwa dia sudah makan.
I `thought` you knew the answer.
Kukira kamu tahu jawabannya.
He `knew` the store was closed on Sundays.
Dia tahu toko itu tutup pada hari Minggu.
They `believed` the project would be successful.
Mereka percaya proyek itu akan berhasil.
She `explained` that the train had been delayed.
Dia menjelaskan bahwa keretanya terlambat.
He `claimed` he didn't see the message.
Dia mengklaim tidak melihat pesannya.
You `promised` you would call me.
Kamu janji akan meneleponku.
I `realized` I had left my wallet at home.
Aku sadar dompetku ketinggalan di rumah.
He `mentioned` he was moving to a new apartment.
Dia sempat bilang akan pindah ke apartemen baru.