Bayangkan kamu lagi di apartemen, telat untuk meeting. Kamu tidak bisa menemukan kuncimu.
Ada dua cara untuk menjelaskan bencana ini ke temanmu di telepon.
I lost my keys.(Kunciku hilang.)I've lost my keys.(Kunciku hilang.)
Buku pelajaran mungkin akan bilang ini untuk "tindakan yang sudah selesai" atau "periode waktu yang belum selesai." Secara teknis ini benar, tapi sama sekali tidak berguna. Penjelasan itu tidak menangkap rasa paniknya. Tidak menjelaskan kenapa yang satu terasa seperti laporan polisi dan yang satunya lagi terasa seperti krisis.
Perbedaan sebenarnya bukan soal waktu. Ini soal apakah masa lalu itu adalah sebuah file yang sudah ditutup atau tab yang masih terbuka di browser otakmu.
Tense Rasa Screenshot
Anggap saja simple past (I lost) sebagai catatan sejarah. Peristiwanya terjadi. Selesai. Itu adalah dokumen yang sudah ditutup, diarsipkan. Sebuah fakta. I lost my keys yesterday.(Aku kehilangan kunciku kemarin.) Ceritanya sudah berakhir.
Present perfect (I've lost) itu berbeda. Ini adalah screenshot dari peristiwa masa lalu yang sedang kamu tunjukkan saat ini. Tindakannya terjadi di masa lalu, tetapi hasilnya, buktinya, masalahnya, ada di sini, di masa sekarang.
I've lost my keys(Kunciku hilang) berarti kehilangan itu sudah terjadi, dan konsekuensinya—"Aku tidak bisa meninggalkan apartemen”—sedang terjadi sekarang. Ini bukan cerita. Ini adalah update status terkini.
I ate sushi for lunch.
Aku makan sushi tadi siang.
I've already eaten.
Aku sudah makan.
Virus "Yesterday"
Inilah sebabnya kamu tidak bisa mencampur kata-kata waktu lampau yang spesifik dengan present perfect.
Kamu tidak bisa mengatakan I've lost my keys yesterday.(Aku kehilangan kunciku kemarin.)
Kenapa? Karena kata yesterday mengunci peristiwa itu di masa lalu. Mengarsipkannya. Menutup dokumennya. Kata itu memutuskan koneksi ke sekarang.
Present perfect itu intinya ada di koneksi itu. Ia adalah jembatan dari dulu ke sekarang. Kata-kata seperti yesterday, last week, atau in 2010 menghancurkan jembatan itu. Jika kamu perlu menyebutkan waktu spesifik, berarti kamu sedang menceritakan sebuah kisah tentang masa lalu. Gunakan simple past tense.
Present perfect digunakan saat kapan-nya tidak sepenting sekarang-nya.
We've broken up.
Kami sudah putus.
I've seen that movie.
Aku sudah nonton film itu.
Efek Gema: Saat Masa Lalu Meninggalkan Bayangan
Ini adalah level pemahaman terakhir.
Memilih present perfect adalah pilihan dalam bercerita. Kamu sengaja membingkai peristiwa masa lalu agar bayangannya jatuh pada momen saat ini.
Ketika seseorang berkata I've lived in New York(Aku pernah tinggal di New York), mereka tidak hanya menyatakan fakta dari riwayat hidup mereka. Mereka mengatakan "Pengalaman di New York adalah bagian dari diriku yang sekarang. Itu membentuk kepribadianku, pendapatku, identitasku saat ini."
Bandingkan dengan I lived in New York for two years when I was a kid.(Aku tinggal di New York selama dua tahun waktu kecil.) Itu terasa seperti kenangan yang jauh. Sebuah bab yang sudah ditutup.
Present perfect menegaskan bahwa masa lalu tidaklah mati. Bahkan belum benar-benar berlalu. Ia adalah gema yang masih memantul di dalam ruangan. Ia adalah hantu dari sebuah tindakan, dan kamu masih bisa merasakan kehadirannya.
Jadi, aturan emasnya adalah perasaan, bukan rumus. Sebelum kamu berbicara, tanyakan pada dirimu sendiri:
Apakah ini hanya cerita tentang masa lalu? Atau ini adalah bagian dari masa lalu yang masih hidup saat ini?
Jawabanmu menentukan segalanya.
I've been so busy this week.
Aku sibuk sekali minggu ini.
She's seen all of his movies.
Dia sudah menonton semua filmnya.
He's gone to the store.
Dia sudah pergi ke toko.
Have you done your homework?
Apakah kamu sudah mengerjakan PR-mu?
We've already eaten dinner.
Kami sudah makan malam.
Someone has taken my pen.
Seseorang telah mengambil pulpenku.
I've written three emails this morning.
Aku sudah menulis tiga email pagi ini.
Oh no, I think I've broken my phone.
Oh tidak, sepertinya aku merusakkan ponselku.
I have never spoken to the CEO.
Saya belum pernah berbicara dengan CEO.
I've known her since we were children.
Aku sudah mengenalnya sejak kami masih kecil.