young
/jʌŋ/
Saat digunakan sebagai kata sifat, kata ini adalah lawan kata langsung dari old.
Perlu diperhatikan bahwa ketika merujuk pada orang, menyebut seseorang young bisa menjadi pujian terkait energi atau penampilan mereka, namun dalam konteks profesional, hal ini terkadang dapat menyiratkan kurangnya pengalaman.
Saat digunakan sebagai kata benda (the young), kata ini berfungsi sebagai bentuk jamak kolektif dan selalu diikuti oleh kata kerja bentuk jamak.
💬Casual Conversation
Bro, we need young blood for this DAO project. High alpha.
Bro, kita butuh darah muda buat proyek DAO ini. High alpha nih.
bet. just don't make it a pyramid scheme again lol
Gas. asal jangan jadi skema ponzi lagi aja wkwk
Meanings
Baru hidup atau ada dalam waktu singkat; berada pada tahap awal kehidupan atau perkembangan
"The young puppy chewed through my favorite shoes."
Keturunan, terutama saat digunakan sebagai the young untuk merujuk pada kelompok hewan atau manusia yang belum dewasa
"The bird carefully fed its young in the nest."
Collocations & Compounds
young adult
Seseorang yang berada dalam masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa, sering kali merujuk pada genre sastra tertentu
young at heart
Memiliki semangat atau antusiasme jiwa muda meskipun sudah berusia lanjut
the young and the restless
Frasa yang menggambarkan energi masa muda, sering dikaitkan dengan ketidakstabilan atau ambisi
Idioms & Sayings
young blood
Anggota baru dalam suatu kelompok yang membawa ide-ide segar dan energi baru
Cultural Context
Konsep menjadi young bukan sekadar penanda biologis dari usia kronologis, melainkan sebuah kondisi psikologis kompleks yang memengaruhi cara kita memandang kemampuan diri serta dunia di sekitar kita. Dalam psikologi, hal ini sering dibahas melalui sudut pandang 'usia subjektif'—yaitu usia yang dirasakan seseorang terlepas dari tanggal lahir mereka. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang merasa lebih muda dari usia sebenarnya cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dan tingkat resiliensi yang lebih tinggi di masa tua.
Obsesi terhadap kemudaan ini bukanlah fenomena modern. Mulai dari pencarian 'Air Mancur Awet Muda' dalam penjelajahan Spanyol hingga mitos 'Ambrosia' milik para dewa Yunani, umat manusia selalu dihantui oleh detak jam waktu. Fetisisme budaya terhadap masa muda sering kali menciptakan 'bias kemudaan', di mana orang muda dipandang lebih inovatif atau adaptif, sementara orang dewasa yang lebih tua secara tidak adil distereotipkan sebagai sosok yang kaku. Namun, ini adalah sebuah paradoks: kita menghargai energi kaum muda, tetapi mendambakan kebijaksanaan orang tua.
Dalam budaya populer modern, pergulatan ini terangkum dalam genre 'coming-of-age'. Kisah-kisah tersebut menangkap momen singkat dan tepat saat seseorang berhenti menjadi sepenuhnya young dan memasuki kompleksitas kedewasaan. Tragedi sekaligus keindahan dari menjadi muda terletak pada ketidakkekalannya; itu adalah sebuah fase yang didefinisikan oleh potensi, bukan pencapaian. Dengan memahami bahwa kemudaan adalah masalah pola pikir sebagaimana halnya angka, kita dapat melihat mengapa istilah 'berjiwa muda' lebih dari sekadar klise—itu adalah mekanisme pertahanan bagi semangat manusia dalam menghadapi keniscayaan penuaan.