whey
whey merujuk pada cairan berwarna kekuningan yang tersisa setelah susu menggumpal selama proses pembuatan keju. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini diterjemahkan sebagai air dadih. Penting untuk dipahami bahwa whey adalah produk sampingan yang kaya akan protein, sehingga sering diproses lebih lanjut menjadi bubuk protein untuk suplemen kebugaran.
Nuansa Penggunaan dan Konteks
Dalam konteks kuliner dan industri pangan, whey sering dianggap sebagai limbah dalam pembuatan keju tradisional, namun dalam konteks kesehatan dan olahraga, kata ini memiliki konotasi positif sebagai sumber nutrisi penting. Perlu diperhatikan bahwa whey berbeda dengan curd (dadih). Jika curd adalah bagian padat yang menjadi keju, maka whey adalah bagian cairnya.
Contoh penggunaan tepat: whey protein (protein air dadih) digunakan oleh atlet untuk membangun otot.
Contoh penggunaan dalam proses: Memisahkan whey dari curd adalah langkah krusial dalam pembuatan keju ricotta.
Perbedaan Istilah yang Sering Tertukar
Bagi penutur bahasa Indonesia, tantangan utama adalah membedakan antara whey dan cream (krim). Meskipun keduanya adalah komponen cair dari susu, cream adalah lemak susu yang naik ke permukaan, sedangkan whey adalah cairan yang terpisah setelah protein susu (kasein) menggumpal. Jangan menggunakan kata cream untuk merujuk pada air dadih karena keduanya memiliki komposisi kimia dan fungsi yang sepenuhnya berbeda.
Secara tata bahasa, whey adalah kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun), sehingga tidak digunakan dalam bentuk jamak.
Meanings
Bagian cair dari susu setelah dadih dipisahkan
The cheesemaker drained the whey into a separate container.
Pembuat keju menuangkan air dadih ke dalam wadah terpisah.