wallet
Kata wallet secara tradisional merujuk pada benda fisik yang digunakan untuk menyimpan uang dan kartu. Namun, dalam era digital, makna kata ini telah meluas secara signifikan untuk mencakup sistem penyimpanan aset non-fisik.
Nuansa Penggunaan Digital
Dalam konteks teknologi, terdapat perbedaan penting antara digital wallet dan electronic wallet (atau e-wallet). Meskipun sering digunakan secara bergantian, e-wallet biasanya merujuk pada aplikasi pembayaran praktis untuk transaksi harian (seperti GoPay atau OVO), sedangkan digital wallet dalam konteks kripto merujuk pada alat untuk mengelola kunci privat dan aset digital seperti Bitcoin.
Contoh penggunaan fisik: I lost my leather wallet (Saya kehilangan dompet kulit saya).
Contoh penggunaan digital: Keep your private keys safe in your crypto wallet (Simpan kunci privat Anda dengan aman di dompet kripto Anda).
Kekeliruan Umum
Pengguna bahasa Indonesia perlu berhati-hati agar tidak hanya mengartikan wallet sebagai benda fisik. Saat membaca teks mengenai keuangan modern atau teknologi, wallet hampir selalu merujuk pada antarmuka perangkat lunak. Jangan menerjemahkannya sebagai "dompet kulit" jika konteksnya adalah aplikasi ponsel atau mata uang digital.
Secara tata bahasa, wallet adalah kata benda yang dapat dihitung (countable noun), sehingga penggunaan artikel a atau bentuk jamak wallets sangat penting tergantung pada jumlah objek yang dimaksud.
Meanings
Wadah kecil dan pipih yang digunakan untuk membawa uang kertas, koin, dan kartu identitas
"He pulled his wallet out of his back pocket to pay for the coffee."
Dia mengeluarkan dompet dari saku belakangnya untuk membayar kopi.
Aplikasi digital atau sistem perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola mata uang kripto atau metode pembayaran elektronik
"The user transferred the Bitcoin from the exchange to a private hardware wallet."
Pengguna memindahkan Bitcoin dari bursa ke dompet perangkat keras pribadi.